• Profil

    Pesantren Terpadu Daru Ulil Albab

  • INFORMASI PENDAFTARAN SANTRI BARU TAHUN 2019

  • Wakaf Tunai

    Gerakan Wakaf Sejuta Umat Ulul Albab

  • Mujahadah

    Jadwal Mujahadah


  • Alhamdulillah , Sudah hampir 5 tahun penantian masyarakat di desa kelutan untuk segera dapat menggunakan jembatan kelutan,Jembatan ini merupakan akses terpendek untuk menuju Kediri dan Malang tanpa harus memutar ke Kertosono.
    Lokasi Pesantren Terpadu Daru Ulil Albab terletak di selatan jembatan dengan jarak sekitar 600 meter
    Awal tahun 2016 jembatan ini sudah dapat dipergunakan, sehingga akan membawa dampak bagi masyarakat sekitar jembatan, untuk mengantisispasi dampak budaya, ekonomi dan sosial dimasyarakat pada bulan oktober 2015 kemaren sudah dilaksanakan musyawarah oleh tokoh-tokoh masyarakat, imam masjid dan mushola dan sarjana-sarjana di desa kelutan yang diprakarsai oleh Pesantren Terpadu Daru Ulil Albab, sehingga dapat meminimalisir dampak negatif yang pasti akan muncul dengan dibukanya jembatan ini.
    Adapun dampak terhadap Pesantren Terpadu Daru Ulil Albab, Jembatan kelutan ini sangat banyak sekali terutama untuk transportasi menuju pondok pesantren, memepersingkat jarak tempuh kendaraan roda 4 terutama dari kawasan timur Kabupaten Nganjuk.
    Rencana pemerintah desa untuk mewujudkan Santripolitan di Desa Kelutan semoga saja segera dapat terwujud dengan dibukanya akses jembatan kelutan ini.
    Pesantren Terpadu Daru Ulil Albab pun sejak tahun 2010 sudah mempersiapkan diri untuk menyambut dibukanya akses jembatan kelutan ini, dintaranya telah melengkapai sarana dan prasarana untuk para santri di pesantren ini, dalam 2 tahun terakhir telah disediakan Asrama Khusus Yatim yang dibiayai penuh oleh pesantren untuk mempersiapkan generasi yatim yang mandiri dan sukses.
    Selain Asrama Yatim juga telah dibangun Asrama Putri, yang merupakan pengembangan asrama putri sebelumnya dengan kapasitas lebih banyak santri.
    Untuk Gedung Kegiatan belajar mengajar, alat-alat penunjang pendidikan setiap tahun juga mengalami penambahan dikarenakan kebutuhan pendidikan saat ini yang harus dinamis.
    Terakhir pada tanggal 18 Desember 2015 kemaren telah ditandatangani kerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia Syariah, guna menunjang pelayanan keuangan santri dan lembaga yang saat ini sudah tinggi transaksinya, serta membimbing adik-adik kita yang ada di SMK Ulul Albab jurusan Perbankan.
    Semoga dengan dibukanya Akses Jembatan Kelutan ini kedepan Pesantren Terpadu Daru Ulil Albab semakin dapat meningkatkan mutu pendidikan dan dapat bersaing dengan pendidikan pesantren lainnya ..

    Jembatan Kelutan Papar Mempermudah Akses Menuju Lokasi Pondok Pesantren

    Posted at  11.03  |  in  pondok pesantren  |  Read More»


    Alhamdulillah , Sudah hampir 5 tahun penantian masyarakat di desa kelutan untuk segera dapat menggunakan jembatan kelutan,Jembatan ini merupakan akses terpendek untuk menuju Kediri dan Malang tanpa harus memutar ke Kertosono.
    Lokasi Pesantren Terpadu Daru Ulil Albab terletak di selatan jembatan dengan jarak sekitar 600 meter
    Awal tahun 2016 jembatan ini sudah dapat dipergunakan, sehingga akan membawa dampak bagi masyarakat sekitar jembatan, untuk mengantisispasi dampak budaya, ekonomi dan sosial dimasyarakat pada bulan oktober 2015 kemaren sudah dilaksanakan musyawarah oleh tokoh-tokoh masyarakat, imam masjid dan mushola dan sarjana-sarjana di desa kelutan yang diprakarsai oleh Pesantren Terpadu Daru Ulil Albab, sehingga dapat meminimalisir dampak negatif yang pasti akan muncul dengan dibukanya jembatan ini.
    Adapun dampak terhadap Pesantren Terpadu Daru Ulil Albab, Jembatan kelutan ini sangat banyak sekali terutama untuk transportasi menuju pondok pesantren, memepersingkat jarak tempuh kendaraan roda 4 terutama dari kawasan timur Kabupaten Nganjuk.
    Rencana pemerintah desa untuk mewujudkan Santripolitan di Desa Kelutan semoga saja segera dapat terwujud dengan dibukanya akses jembatan kelutan ini.
    Pesantren Terpadu Daru Ulil Albab pun sejak tahun 2010 sudah mempersiapkan diri untuk menyambut dibukanya akses jembatan kelutan ini, dintaranya telah melengkapai sarana dan prasarana untuk para santri di pesantren ini, dalam 2 tahun terakhir telah disediakan Asrama Khusus Yatim yang dibiayai penuh oleh pesantren untuk mempersiapkan generasi yatim yang mandiri dan sukses.
    Selain Asrama Yatim juga telah dibangun Asrama Putri, yang merupakan pengembangan asrama putri sebelumnya dengan kapasitas lebih banyak santri.
    Untuk Gedung Kegiatan belajar mengajar, alat-alat penunjang pendidikan setiap tahun juga mengalami penambahan dikarenakan kebutuhan pendidikan saat ini yang harus dinamis.
    Terakhir pada tanggal 18 Desember 2015 kemaren telah ditandatangani kerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia Syariah, guna menunjang pelayanan keuangan santri dan lembaga yang saat ini sudah tinggi transaksinya, serta membimbing adik-adik kita yang ada di SMK Ulul Albab jurusan Perbankan.
    Semoga dengan dibukanya Akses Jembatan Kelutan ini kedepan Pesantren Terpadu Daru Ulil Albab semakin dapat meningkatkan mutu pendidikan dan dapat bersaing dengan pendidikan pesantren lainnya ..

    0 komentar:


    Karakter Pengabdi dan Etika Pengabdian
    Ada konsep yang bagus di dalam penghambaan dan peribadatan, istilah Indonesianya adalah pengabdian. Artinya, menjadikan diri kita sebagai abdi atau hamba,  maka di dalamnya ada tiga obyek pengabdian, yaitu; kepada orang tua, kepada guru, dan kepada atasan atau pimpinan kita, sebagai manifestasi dari keta’atan kepada Allah, Rasulullah dan ulil amri.
    Bisa disebut pengabdian manakala ada empat unsur penting di dalamnya, yang pertama adalah keta’atan dengan penuh (monoloyalitas), yang ke-dua pengharapan atas kebanggaan atau mencari ridho, yang ke-tiga mengagungkan, dan yang ke-empat menjaga nama baik, itulah yang disebut dengan pengabdian. Untuk keta’atan sesuai yang kita bahas kemarin bahwasecara sosiologis kita harus ta’at kepada orang tua, guru, dan atasan.Sedangkan secara yuridis adalah keta’atan pada teks al-Qur’an, as-sunnah, keputusan para ulama, pemimpim kita, dan  ijma.
    Selanjutnya adalah mengharapkan ridho atau kebanggaan,dari personal yang kita bakti-in, yakni suatu karya atau amal sholih yang diperbuat bukan dalam rangka mencari  upah atau uang. Jika motifasi perbuatan itu mencari uangnamanya  adalah bekerja, bukan pengabdian. Kalau mencari ridho,  adalah bagaimana supaya guru kita bangga kepada kita, orang tua juga bangga kepada kita, atasan kita pun juga bangga kepada kita.
    Maka praktisnya dalam kehidupan ini ada etika-etikanya yang harus kita bangun, dan bagaimana caranya agar mereka tahu kalau kita mencari ridho-nya, misalanya; seperti orang tua kita datang kita harus menyambutnya; (berdiri minimal), kalau bisa kita menyambutnya dan datang menghampirinya, kemudian sungkem, berjabat tangan. Ketika kita di depan nya,  kita mundur, ketika kita di atas kita turun, kalau kita punya yang  baik kita kasih yang terbaik, kalau beliau sudah duduk kita duduk di bawahnya. Kalau mereka tidak ada, (baik masih hidup maupun sudah maupun sudah meninggal dunia), maka kita harus menjaga nama baiknya. Dalam bahasa jawa disebut“mikul duwur mendem jeru”,  semuanya orang-orang yang kita mulyakan; baik guru, atasan, pimpinan kita, kita jaga nama baiknya,  dengan seperti itu,kita mengharap ridhonya. Dan marilah senantiasa kita lakukan,  karena itulah bagian
    Orang yang disebut mengabdi atau berbakti itu endhingnya harus bisa mikul duwur mendem jeru (mengangkat tinggi-tinggi dan mengubur dalam-dalam), sehingga kita akan berakhir dengan baik. Mikul duwur artinya kita harus meninggikan namanya, walaupun dia sudah tidak ada atau lagi tidak ada. Kalau terhadap orang tua namanya birrul walidain atau berbakti kepada orang tua, terhadap guru namanya birrul asatidz, kepada atasan namanya birrul ruasa’. Jangan berakhlak pengkhiyanat.Kalau di depan memuji-muji, jika di belakangnya menjelek-jelekkan. Namanya pembohong besar dan penghianat,orang yang seperti itu harus di eksekusi karena sudah menjadi orang munafik. Di dalam tradisi santri,  ada yang namanya manakiban,yaitu membacakan biografi khusus yang baik-baik saja bagi para syekh,orang tua atau gurunya. Itu juga yang di maksud dengan mikul duwurbaik kepada orang tua, guru, dan pemimpinnya.
    Selanjutnya mendem jeru adalah menanam dalam-dalam,  maksudnya adalah  kalau kita mengetahui keburukan atau aib orang tua, guru, atau atasan kita,  maka kita tutup rapat-rapat dan kita tanam dalam-dalam. Karena Allah SWT menjajikan barang siapa yang mikul duwur mendem jeru pasti akan dinaikkan dan akan ditutupi pula keburukan atau kejelekannya, barang siapa yang menutupi aib saudaranya maka dia (Allah SWT) akan maenutupi aibnya di akhirat kelak, siapa yang nenunjukkan kebaikan-kebaikan orang lain maka Allah akan menunjukkan kebaikannya kepada orang lain di belakang hari atau di akhirat kelak. Tandanya kalau murid tidak setia dia akan menyebarkan kejelakan gurunya i kepada orang lain, namanya ngorat ngarit dan na’udzubillahimindzalik. Kalau dia murid yang setia maka dia pasti akan melakukan mikul duwur mendem jeru , karena ketiga-tiganya itulah orang tua kita.
    Orang tua secara biologis adalah orang tua yang membawa dan menghadirkan kita dari syurga ke dunia ini. Orang tua secara spiritual, atau orang tua ruhani adalah yang membawa kita dari dunia menuju syurga. Sampai ada yang menyebutkan, bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, kita bisa mulia, hebat juga karena guru kita. Orang  tua juga adalah atasan kita, jangan dibuat sepele karena itu adalah jabatan dari Allah SWT untuk meng-upgreat kita, meningkatkan kita dari tobaqon an tobaqin (dari satu ke tingkatan ke pada tingkatan  yang lebih tinggi). Tingkatan-tingkatan itu misalnya; dari guru tidak resmi menjadi guru resmi sampai  guru sertifikasi semua jasa seorang atasan, jadi apa saja yang kita lakukan adalah karena ada gurunya, kita harus mengikuti kata Allah SWT; لكل شيئ سبب فأتبع سبب. likulli syaiin sababa wa atsba’a sababa setiap sesuatu itu ada sebabnya maka ikuti sebab itu karena mereka adalah orang tua kita.Bapak itu macam-macam, ada bapak biologis, ruhani, dan bapak karier.  oleh karenanya seperti sabda nabi Muhammad saw.
    بروا أباأكم تبركم أبنائكم.
    birru abaakum tabirrukum abnaakum (baktilah kalian semuanya kepada bapak-bapak kalian. Kalau kalian sekarang bakti terhadap bapak-bapak kalian maka kelak anak-anak kalian akan berbakti kepada kalian), maka kepada bapak biologis, bapak ruhani, bapak karier, dan bapak keluarga(mertua) kita harus berbakti kepadanya.
    Permohonan dan Tatacaranya
    Yang selanjutnya adalah isti’anah (permohonan), dan permohonan itu harus dilakukan setelah melakukan peribadatan atau pengabdian, kita harus melakukan pengabdian, baru  kemudian  permohonan. Allah SWT berfirman:واستعينوا بالصبر والصلاة وانها لكبيرة الا على الخاشعين. wasta’iinu bissobri wassholah wa innaaha lakabiirotun illa ‘alal khosyi’in(mohonlah perlindungan dengan cara sabar dan sholat). Sabar itu artinya kalau kita memohon tidak boleh age-age kita harus sabar sesuai prosedur dengan cara terus melakukan apa yang harus kita lakukan terlebih dahulu. Ada yang memaknai sabar ini dengan puasa, karena puasa adalah bentuk dari pada kesabaran yang dapat menahan diri dari sesuatu. Atau kita maknai kedua-duanya,  kita tidak mendesak-desak,mengikuti prosedur dan juga puasa. Kalau kita punya hajat apa saja,  insayaallahAllah SWT juga akan mengijabahi dengan baik, asal kita mau bersabar  dan sholat.
    Selanjutnya adalah dengan sholat, saholat telah kalian ketahui dengan baik, sholat artinya do’a, mengapa sholat? Karena di dalam sholat terdapat beberapa do’a, seperti do’a pada waktu duduk di antara dua sujud. Yaitu; robbighfirli, warhamni, wajburni,warfa’ni,  warzuqni , wahdini,  wa’afini wa’fu’anni.inilah delapan permata diri. Delapan permohonan ini insya allah akan diijabahi cukup dengan sholat assholat ay do’a .
    Kalau kita masih kurang maka bisa merinci;warzuqni ilman nafia wa ‘amalan mutaqobala wa auladan shoolihahwaqolban khoosi’a  wazaujatan sholihah ,boleh saja tetapi sebenarnya Allah SWT sudah Maha mengerti.Waktunya butuh bayar listrik, sekolah dan lain sebagainya.  Kalau masih kurang puas boleh ditambahi lagi;Rizqonwaasian halaalan toyyiban mubaarokan syakhkhon ghodaqo ........ karena dengan berdo’a adalah mukhhul ‘ibadah (otaknya ibadah), dengan do’a pula kita sambung kepada Allah SWT karena ketika berdoa ingin bermesra-mesraan dengan-Nya.sehingga boleh kita berpanjang-panjang do’a dalam rangka memperlama berkomunikasi dengan Allah.  Boleh juga menambahkan sholat tambahan,  namanya sholat hajat, kemudian membaca doa   sesuai yang kita harapkan.
    Dalam nilai-nilai isti’anah pertama,kita harus melaksanakan kewajiban,  yang kedua melakukan komitmen bahwa kita mohon itu hanya kepada Allah jangan sampai memohon kepada yang lain, demikian juga kepada orang tua kita, kita harus mohon hanya kepada orang tua. Jadi jangan sampai tahu, seandainya kita juga minta  kepada orang lain.iyyaka na’budu waiyyakanasta’in, kepada guru juga begitu, ketika kita mau menghadap harus fokus dan konsentrasi, melaksanakan keta’atan dahulu,  kemudian hanya monoloyalitas, yang ketiga bahwa kita harus memohon dengan bissobri wasaholah atau secara sosiologis, sekarang itu namanya prosedural (yang sesuai prosedur), dan proposal, (proposal adalah do’a resmi kita).
    Demikian semoga sukses dan ridho Allah SWT senantiasa bersama kita semuanya. 

    Kajian Nilai-nilai Al Quran - Pendidikan Karakter dalam Ayat 5 Surat AL Fatihah 2

    Posted at  10.03  |  in  اياك نعبد واياك نستعين  |  Read More»


    Karakter Pengabdi dan Etika Pengabdian
    Ada konsep yang bagus di dalam penghambaan dan peribadatan, istilah Indonesianya adalah pengabdian. Artinya, menjadikan diri kita sebagai abdi atau hamba,  maka di dalamnya ada tiga obyek pengabdian, yaitu; kepada orang tua, kepada guru, dan kepada atasan atau pimpinan kita, sebagai manifestasi dari keta’atan kepada Allah, Rasulullah dan ulil amri.
    Bisa disebut pengabdian manakala ada empat unsur penting di dalamnya, yang pertama adalah keta’atan dengan penuh (monoloyalitas), yang ke-dua pengharapan atas kebanggaan atau mencari ridho, yang ke-tiga mengagungkan, dan yang ke-empat menjaga nama baik, itulah yang disebut dengan pengabdian. Untuk keta’atan sesuai yang kita bahas kemarin bahwasecara sosiologis kita harus ta’at kepada orang tua, guru, dan atasan.Sedangkan secara yuridis adalah keta’atan pada teks al-Qur’an, as-sunnah, keputusan para ulama, pemimpim kita, dan  ijma.
    Selanjutnya adalah mengharapkan ridho atau kebanggaan,dari personal yang kita bakti-in, yakni suatu karya atau amal sholih yang diperbuat bukan dalam rangka mencari  upah atau uang. Jika motifasi perbuatan itu mencari uangnamanya  adalah bekerja, bukan pengabdian. Kalau mencari ridho,  adalah bagaimana supaya guru kita bangga kepada kita, orang tua juga bangga kepada kita, atasan kita pun juga bangga kepada kita.
    Maka praktisnya dalam kehidupan ini ada etika-etikanya yang harus kita bangun, dan bagaimana caranya agar mereka tahu kalau kita mencari ridho-nya, misalanya; seperti orang tua kita datang kita harus menyambutnya; (berdiri minimal), kalau bisa kita menyambutnya dan datang menghampirinya, kemudian sungkem, berjabat tangan. Ketika kita di depan nya,  kita mundur, ketika kita di atas kita turun, kalau kita punya yang  baik kita kasih yang terbaik, kalau beliau sudah duduk kita duduk di bawahnya. Kalau mereka tidak ada, (baik masih hidup maupun sudah maupun sudah meninggal dunia), maka kita harus menjaga nama baiknya. Dalam bahasa jawa disebut“mikul duwur mendem jeru”,  semuanya orang-orang yang kita mulyakan; baik guru, atasan, pimpinan kita, kita jaga nama baiknya,  dengan seperti itu,kita mengharap ridhonya. Dan marilah senantiasa kita lakukan,  karena itulah bagian
    Orang yang disebut mengabdi atau berbakti itu endhingnya harus bisa mikul duwur mendem jeru (mengangkat tinggi-tinggi dan mengubur dalam-dalam), sehingga kita akan berakhir dengan baik. Mikul duwur artinya kita harus meninggikan namanya, walaupun dia sudah tidak ada atau lagi tidak ada. Kalau terhadap orang tua namanya birrul walidain atau berbakti kepada orang tua, terhadap guru namanya birrul asatidz, kepada atasan namanya birrul ruasa’. Jangan berakhlak pengkhiyanat.Kalau di depan memuji-muji, jika di belakangnya menjelek-jelekkan. Namanya pembohong besar dan penghianat,orang yang seperti itu harus di eksekusi karena sudah menjadi orang munafik. Di dalam tradisi santri,  ada yang namanya manakiban,yaitu membacakan biografi khusus yang baik-baik saja bagi para syekh,orang tua atau gurunya. Itu juga yang di maksud dengan mikul duwurbaik kepada orang tua, guru, dan pemimpinnya.
    Selanjutnya mendem jeru adalah menanam dalam-dalam,  maksudnya adalah  kalau kita mengetahui keburukan atau aib orang tua, guru, atau atasan kita,  maka kita tutup rapat-rapat dan kita tanam dalam-dalam. Karena Allah SWT menjajikan barang siapa yang mikul duwur mendem jeru pasti akan dinaikkan dan akan ditutupi pula keburukan atau kejelekannya, barang siapa yang menutupi aib saudaranya maka dia (Allah SWT) akan maenutupi aibnya di akhirat kelak, siapa yang nenunjukkan kebaikan-kebaikan orang lain maka Allah akan menunjukkan kebaikannya kepada orang lain di belakang hari atau di akhirat kelak. Tandanya kalau murid tidak setia dia akan menyebarkan kejelakan gurunya i kepada orang lain, namanya ngorat ngarit dan na’udzubillahimindzalik. Kalau dia murid yang setia maka dia pasti akan melakukan mikul duwur mendem jeru , karena ketiga-tiganya itulah orang tua kita.
    Orang tua secara biologis adalah orang tua yang membawa dan menghadirkan kita dari syurga ke dunia ini. Orang tua secara spiritual, atau orang tua ruhani adalah yang membawa kita dari dunia menuju syurga. Sampai ada yang menyebutkan, bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, kita bisa mulia, hebat juga karena guru kita. Orang  tua juga adalah atasan kita, jangan dibuat sepele karena itu adalah jabatan dari Allah SWT untuk meng-upgreat kita, meningkatkan kita dari tobaqon an tobaqin (dari satu ke tingkatan ke pada tingkatan  yang lebih tinggi). Tingkatan-tingkatan itu misalnya; dari guru tidak resmi menjadi guru resmi sampai  guru sertifikasi semua jasa seorang atasan, jadi apa saja yang kita lakukan adalah karena ada gurunya, kita harus mengikuti kata Allah SWT; لكل شيئ سبب فأتبع سبب. likulli syaiin sababa wa atsba’a sababa setiap sesuatu itu ada sebabnya maka ikuti sebab itu karena mereka adalah orang tua kita.Bapak itu macam-macam, ada bapak biologis, ruhani, dan bapak karier.  oleh karenanya seperti sabda nabi Muhammad saw.
    بروا أباأكم تبركم أبنائكم.
    birru abaakum tabirrukum abnaakum (baktilah kalian semuanya kepada bapak-bapak kalian. Kalau kalian sekarang bakti terhadap bapak-bapak kalian maka kelak anak-anak kalian akan berbakti kepada kalian), maka kepada bapak biologis, bapak ruhani, bapak karier, dan bapak keluarga(mertua) kita harus berbakti kepadanya.
    Permohonan dan Tatacaranya
    Yang selanjutnya adalah isti’anah (permohonan), dan permohonan itu harus dilakukan setelah melakukan peribadatan atau pengabdian, kita harus melakukan pengabdian, baru  kemudian  permohonan. Allah SWT berfirman:واستعينوا بالصبر والصلاة وانها لكبيرة الا على الخاشعين. wasta’iinu bissobri wassholah wa innaaha lakabiirotun illa ‘alal khosyi’in(mohonlah perlindungan dengan cara sabar dan sholat). Sabar itu artinya kalau kita memohon tidak boleh age-age kita harus sabar sesuai prosedur dengan cara terus melakukan apa yang harus kita lakukan terlebih dahulu. Ada yang memaknai sabar ini dengan puasa, karena puasa adalah bentuk dari pada kesabaran yang dapat menahan diri dari sesuatu. Atau kita maknai kedua-duanya,  kita tidak mendesak-desak,mengikuti prosedur dan juga puasa. Kalau kita punya hajat apa saja,  insayaallahAllah SWT juga akan mengijabahi dengan baik, asal kita mau bersabar  dan sholat.
    Selanjutnya adalah dengan sholat, saholat telah kalian ketahui dengan baik, sholat artinya do’a, mengapa sholat? Karena di dalam sholat terdapat beberapa do’a, seperti do’a pada waktu duduk di antara dua sujud. Yaitu; robbighfirli, warhamni, wajburni,warfa’ni,  warzuqni , wahdini,  wa’afini wa’fu’anni.inilah delapan permata diri. Delapan permohonan ini insya allah akan diijabahi cukup dengan sholat assholat ay do’a .
    Kalau kita masih kurang maka bisa merinci;warzuqni ilman nafia wa ‘amalan mutaqobala wa auladan shoolihahwaqolban khoosi’a  wazaujatan sholihah ,boleh saja tetapi sebenarnya Allah SWT sudah Maha mengerti.Waktunya butuh bayar listrik, sekolah dan lain sebagainya.  Kalau masih kurang puas boleh ditambahi lagi;Rizqonwaasian halaalan toyyiban mubaarokan syakhkhon ghodaqo ........ karena dengan berdo’a adalah mukhhul ‘ibadah (otaknya ibadah), dengan do’a pula kita sambung kepada Allah SWT karena ketika berdoa ingin bermesra-mesraan dengan-Nya.sehingga boleh kita berpanjang-panjang do’a dalam rangka memperlama berkomunikasi dengan Allah.  Boleh juga menambahkan sholat tambahan,  namanya sholat hajat, kemudian membaca doa   sesuai yang kita harapkan.
    Dalam nilai-nilai isti’anah pertama,kita harus melaksanakan kewajiban,  yang kedua melakukan komitmen bahwa kita mohon itu hanya kepada Allah jangan sampai memohon kepada yang lain, demikian juga kepada orang tua kita, kita harus mohon hanya kepada orang tua. Jadi jangan sampai tahu, seandainya kita juga minta  kepada orang lain.iyyaka na’budu waiyyakanasta’in, kepada guru juga begitu, ketika kita mau menghadap harus fokus dan konsentrasi, melaksanakan keta’atan dahulu,  kemudian hanya monoloyalitas, yang ketiga bahwa kita harus memohon dengan bissobri wasaholah atau secara sosiologis, sekarang itu namanya prosedural (yang sesuai prosedur), dan proposal, (proposal adalah do’a resmi kita).
    Demikian semoga sukses dan ridho Allah SWT senantiasa bersama kita semuanya. 

    0 komentar:


    مالك يوم الدين.
    Ayat yang ke-4 dalam surat al-Fatehah adalahمالك يوم الد ين Maalikiyaumiddiin , yang artinya raja hari agama,  atau yang merajai hari agama, kenapa disebut hari agama? Karena hari itu merupakan hari di mana cerita-cerita  agama dan ajaran agama betul-betul terlaksana, misalnya, agama menyatakan bahwa barang siapa saja yang berbuat baik nanti akan melihatnya (balasan), dan barang siapa yang berbuat buruk nanti juga akan melihatnya (balasan) walaupun seberat dzarrohفمن يعمل مثقال ذرة خيرا يراه ومن يعمل مثقال ذرة شرا يراه"” semuanya akan dibalas oleh Allah SWT  dan semua juga akan terbukti pada hari itu, itulah mengapa disebut hari agama.
                Para ulama’ sepakat disebut denganيوم الدينyaumuddiin atau biasa kita kenal dengan يوم الاخيرyaumul akhir (hari akhir ) ending segala sesuatu, hasil dari segala sesuatu, pembalasan dari segala sesuatu terkadang juga disebut denganيوم الجزاء yaumul jaza’ (hari pembalasan), ada yang menyebutnyaيوم الحساب yaumul hisab (hari perhitungan) dan ada yang menyebutnyaيوم القيامة yaumul qiyamah (hari kebangkitan) hari berdirinya semua didirikan sehingga pada hari itu rajanya adalah Allah SWT, dan semua kita akan mengalaminya baik hari itu nanti adalah hari akhir setelah kematian kita, ataupun hari itu menjelang hari kematian kita, atau pada saat itu terakhir di waktu kita mendapatkan yang dijanjikan oleh Allah swt, atau hari yang kita cita-citakan terwujud, itulah hari agama di mana janji-janji agama akan terlaksanakan.
    Karakter Taqwallah (Patuh dan Ta’at Kepada Allah)
                Allah SWT adalah maalikiyaumiddin  rajanya hari agama, raja hari kiamat, raja di akhirot, raja hari pembalasan. Sehingga akhlak apa yang harus kita pakai dalam hal ini? Yaitu adalah taqwa imtitsal ‘awairillah wajtinabi nawahihii (melaksanakan perintahnya Allah SWT dan menjauhi larangannya Allah SWT) dengan baik, karena walaupun Allah SWT sekarang belum menghukum, tetapi ingatlah di hari agama nanti Allah SWT yang akan menghukum, walaupun kita sekarang belum mendapat upah, ingat bahwa nanti pada hari agama Allah SWT menjadi rajanya, dan pasti kita akan diberi upah, dibayar lengkap. Kondisi apapun yang penting sekarang adalah kita ta’at dengan sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya, kita harus bertaqwa kepada-Nya, baik kita sadari ataupun tidak kita sadari, kita lihat ataupun tidak kita lihat, bersama dengan orang banyak ataupun sendiri, kita harus tetap bertaqwa kepada Allah SWT.
                Sebagai makhluk dan sebagai hamba, kita harus selalu ingat bahwa Allah SWT adalah raja, rajanya yang maha raja dari semua raja yang ada di hari agama. Sekarang kebanyakan orang tidak percaya dengan adanya hari agama, tetapi ingatlah setiap detik setiap menit kita menuju hari agama itu, apa saja yang disebut oleh  agama, dari waktu ke waktu itu akan terus semakin terbukti, seperti tehnologi semuanya mulai mengarah kepada membenarkan hari agama itu yang mana pasti adanya, maka kita harus betul-betul takut kepada yang maha raja  Allah SWT di mana nanti akan dibalas semua kebaikan dan kenurukan kita.
    Kita harus Bersikap Futuristik (mementingkan masa Depan)dan bercita-cita tinggi.
                Selanjutnya, yang paling penting aplikasinya ayat tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari,  adalah supaya kita bercita-cita dan berusaha menjadi raja, kalian semua diciptakan sebagai kholifatullah (wakilnya Allah SWT) yang menjadi raja di muka bumi ini, maka kita harus menjadi raja. Bercita-citalah menjadi seorang raja, kalau tidak menjadi raja maka pilihannya adalah menjadi budak atau hamba, oleh karena itu kalau kalian tidak ingin menjadi hamba atau budak, maka kalian harus menjadi raja, semua juga begitu, kalau ada tuhan pastilah semua akan menjadi makhluk, kalau tidak ada makhluk semua akan menjadi tuhan. Besar kecilnya kerajaan itu sesuai dengan dua hal ini; yang pertama adalah wadah kita yang kedua perjuangan kita, maka jika kalian ingin menjadi raja yang besar berjuanglah yang keras, siapkan diri kalian mulai sedini mungkin untuk menjadi raja yang hebat.
    Macam-macam raja itu banyak sekali,dan kita bisa menjadi raja dalam bidang apa saja,karena yang maha raja adalah Allah SWT, misalkan raja komputer, maka ia mempunyai komputer di seluruh dunia, pelajarilah bagaimana raja komputer itu bisa jaya, baca biografinya Billgiet (Sang Raja Komputer),bagaimana dia bisa menjadi raja komputer, di mana setiap rumah ada produknya dia. Semua siswa-santri SMK Ulul Albab sekarang kalian mempunyai kesempatan untuk menjadi raja komputer,  dan kalian boleh juga menjadi raja uang,  yang semua uang itu lewat di bank nomor rekening kalian.
    Kalian semua berhak menjadi raja, ada raja ilmu juga dalam bidangnya masing-masing, silahkan yang mau menekuni bidang pertanian bisa menjadi raja terong, atau raja biting juga tidak apa-apa,  yaitu raja ‘biting’ se Indonesia karena di sini banyak bambu.Coba mungkin bisa dibuat tusuk gigi,dan sebagainya. Kenyataannya sekarang raja nya adalah orang lain,bukan kita,  kenapa? Padahal mereka tidak mempunyai ‘barongan’ seperti kita, kita punya sawah banyak, tapi yang mengusai cabai adalah Cilli,bukan kita, sepertinya orang china,  itu adalah pabrik cabai  yang merajai pasar di seluruh Indonesia.
    Diantara kalian yang masih mempunyai mental sehat dan kuat pasti akan menjadi raja, jangan takut kehilangan kerajaan, atau takut tidak kebagian kerajaan,  karena di bidang apapun kalian bisa menjadi raja,walaupun tidak terlalu pandai mengaji,  pokonya yang penting kalian menjadi raja pada hari nanti (yaumuddin) , di mana hari itu dijanjikan oleh agama Manjadda wajadda (siapa yang sungguh-sungguh pasti dapat), di hari itu kalian akan dapat kekuasaan dan itulah hari agama untuk kalian. Akhlak yangharus kita miliki adalah sabar dan futuristik,(berorientasi ke depan), masa depan kalian itulah yaumuddin, kalian harus jadi raja pada saat itudan sekaranglah kesempatannya untuk bekerja keras, fokus, mengasah kemampuan seperti juga Rosulullah saw beliau adalah rajanya dunia akhirat. Bagaimana perjuangan Rosulullah saw untuk menggapai kekuasaannya, beliaulah raja yang paling sempurnakemikmatannya, semua jabatan tertinggi ada pada rosulullah saw.
     walaupun penampilan beliau tidak seperti raja, (beliau tidak memakai mahkota raja dan hanya menggunakan surban biasa), Rosulullah tidak menggunakan istana mewah melainkan istananya hanya galar biasa, tetapi kekuasannya beliau, apapun perkataan beliau, itulah yang diturut atau dianaut oleh sahabatnya dan seluruh pengikutnya pada hari agama, dan rosulullah saw mendapatkannya semua kenikmatan dan kepuasan.
    Perjuangan rosulullah saw juga harus kita baca, bukan hanya hasilnya saja, bagaimana sekarang Billgiet juga sukses itu membutuhkan perjuangan yang keras untuk menjadi raja komputer, silahkan membaca biografi raja siapa saja, baik raja politik atau raja ekonomi, atau raja keilmuan dan lain sebagainya. Oleh karena itu pada sa’at 20 tahun yang akan datang kalian harus siap untuk menjadi raja. Tidak ada raja yang tidak sakti, sehingga kalian harus berlatih yang sehebat-hebatnya dan tidak boleh main-main, karena hidup kalian ini ditugasi oleh Allah SWT untuk menjadi raja, menjadi kholifatullah fil ard(raja perwakilan Allah di muka bumi),  kebesaran kekuasaan kalian nanti akan sesuai dengan perjuangan dan potensi kalian masing-masing.
    Setiap raja sejak semula sudah dikondisikan sedemikian rupa oleh yang mencetaknya, jadi kalian tidak boleh hanya main-main saja. Kalian tahu raja tawon yang namanya ratu, karena dia adalah betina dan dialah yang menelurkan semua tawon di kerajaannya, ratu tawon itu sejak kecil sudah dipersiapkan, baik tempatnya maupun  makanannya. Calon  raja tawon sejak kelahirannya, makanannya sudah dibedakan, kalau yang lain itu makanannya madu tetapi calon  ratu tawon makannannya royyal jelly. Jadi jika kalian ingin menjadi raja makannannya juga harus berbeda dengan yang lain. jangan semuanya dimakan, calon raja makanannya harus yang halal dan yang baik-baik saja. Kalau raja  tidak pernah puasa, tidak pernah ngrowot ,  maka hasilnya nanti akan menjadi  raja yang kecil yaitu raja rumah tangga saja.Maka siapkan diri kalian untuk menjadi raja yang besar.
    Begitu juga dengan Ulul Albab ini, ini juga adalah sebuah kerajaan yang memang baru dan rajanya ini belum begitu sempurna, dan nanti pada hari yang dijanjikan (yaumuddin) hari yang sudah dijanjikan Allah SWT pasti akan menjadi besar dan sempurna. Dan kalian harus lebih besar lagi,  karena kalian dibimbing, disiapkan untuk menjadi seorang raja dengan menggunakan ilmu yang namanya ilmu ta’wilul qur’an . maksudnya adalah makna yang terkandung di balik ayat al-Qur’an, dan itu belum pernah kita dengan dan kita  baca. Karena ulama’ kita kebanyakan tidak menyepakati pemahaman  tersebut. Karena mereka memahami ayat:وما يعلم تأويله الا الله , والراشخون فى العلم....... wamayya’mal takwilahu illallahtitiknya setelah kata Allah, tetapi kita berkeyakinan titiknya bikan di situ, tetapi setelah kata ilmi. orang-orang kurang cermat memehami takwil al-Qur’an hanya Allah padahal sebenarnya juga orang-orang yang mendalam ilmunya juga mengetahui takwil nya al-Qur’an.
    Silahkan kalian merancang diri kalian, ingin menjadi raja apa saja asalkan jangan sampai menjadi raja kejahatan, seperti; raja maling, raja copet, raja koruptor na’udzubillahimindzalik. jadilah kalian raja dalam kebaikan, dan yang ke dua jangan sampai dengan cara curang kalian menjadi seorang raja dan mendapatkan kerajaan. Rintis sendiri kerajaan kalian masing-masing mulai sekarang.Jangan curang, menggunakan kerajaan orang lain untuk menjadi raja, na’udzubillahimindzalik. Mumpung masih ada waktu rintislah kerajaan kalian masing-masing.
    Mudah-mudahan sukses selalu menyertai kita semua dan mendapatkan ridho Allah SWT.

    Kajian Nilai-nilai Al Quran - Pendidikan Karakter dalam Ayat ke 4 Surat Al Fatihah

    Posted at  05.26  |  in  مالك يوم الدين  |  Read More»


    مالك يوم الدين.
    Ayat yang ke-4 dalam surat al-Fatehah adalahمالك يوم الد ين Maalikiyaumiddiin , yang artinya raja hari agama,  atau yang merajai hari agama, kenapa disebut hari agama? Karena hari itu merupakan hari di mana cerita-cerita  agama dan ajaran agama betul-betul terlaksana, misalnya, agama menyatakan bahwa barang siapa saja yang berbuat baik nanti akan melihatnya (balasan), dan barang siapa yang berbuat buruk nanti juga akan melihatnya (balasan) walaupun seberat dzarrohفمن يعمل مثقال ذرة خيرا يراه ومن يعمل مثقال ذرة شرا يراه"” semuanya akan dibalas oleh Allah SWT  dan semua juga akan terbukti pada hari itu, itulah mengapa disebut hari agama.
                Para ulama’ sepakat disebut denganيوم الدينyaumuddiin atau biasa kita kenal dengan يوم الاخيرyaumul akhir (hari akhir ) ending segala sesuatu, hasil dari segala sesuatu, pembalasan dari segala sesuatu terkadang juga disebut denganيوم الجزاء yaumul jaza’ (hari pembalasan), ada yang menyebutnyaيوم الحساب yaumul hisab (hari perhitungan) dan ada yang menyebutnyaيوم القيامة yaumul qiyamah (hari kebangkitan) hari berdirinya semua didirikan sehingga pada hari itu rajanya adalah Allah SWT, dan semua kita akan mengalaminya baik hari itu nanti adalah hari akhir setelah kematian kita, ataupun hari itu menjelang hari kematian kita, atau pada saat itu terakhir di waktu kita mendapatkan yang dijanjikan oleh Allah swt, atau hari yang kita cita-citakan terwujud, itulah hari agama di mana janji-janji agama akan terlaksanakan.
    Karakter Taqwallah (Patuh dan Ta’at Kepada Allah)
                Allah SWT adalah maalikiyaumiddin  rajanya hari agama, raja hari kiamat, raja di akhirot, raja hari pembalasan. Sehingga akhlak apa yang harus kita pakai dalam hal ini? Yaitu adalah taqwa imtitsal ‘awairillah wajtinabi nawahihii (melaksanakan perintahnya Allah SWT dan menjauhi larangannya Allah SWT) dengan baik, karena walaupun Allah SWT sekarang belum menghukum, tetapi ingatlah di hari agama nanti Allah SWT yang akan menghukum, walaupun kita sekarang belum mendapat upah, ingat bahwa nanti pada hari agama Allah SWT menjadi rajanya, dan pasti kita akan diberi upah, dibayar lengkap. Kondisi apapun yang penting sekarang adalah kita ta’at dengan sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya, kita harus bertaqwa kepada-Nya, baik kita sadari ataupun tidak kita sadari, kita lihat ataupun tidak kita lihat, bersama dengan orang banyak ataupun sendiri, kita harus tetap bertaqwa kepada Allah SWT.
                Sebagai makhluk dan sebagai hamba, kita harus selalu ingat bahwa Allah SWT adalah raja, rajanya yang maha raja dari semua raja yang ada di hari agama. Sekarang kebanyakan orang tidak percaya dengan adanya hari agama, tetapi ingatlah setiap detik setiap menit kita menuju hari agama itu, apa saja yang disebut oleh  agama, dari waktu ke waktu itu akan terus semakin terbukti, seperti tehnologi semuanya mulai mengarah kepada membenarkan hari agama itu yang mana pasti adanya, maka kita harus betul-betul takut kepada yang maha raja  Allah SWT di mana nanti akan dibalas semua kebaikan dan kenurukan kita.
    Kita harus Bersikap Futuristik (mementingkan masa Depan)dan bercita-cita tinggi.
                Selanjutnya, yang paling penting aplikasinya ayat tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari,  adalah supaya kita bercita-cita dan berusaha menjadi raja, kalian semua diciptakan sebagai kholifatullah (wakilnya Allah SWT) yang menjadi raja di muka bumi ini, maka kita harus menjadi raja. Bercita-citalah menjadi seorang raja, kalau tidak menjadi raja maka pilihannya adalah menjadi budak atau hamba, oleh karena itu kalau kalian tidak ingin menjadi hamba atau budak, maka kalian harus menjadi raja, semua juga begitu, kalau ada tuhan pastilah semua akan menjadi makhluk, kalau tidak ada makhluk semua akan menjadi tuhan. Besar kecilnya kerajaan itu sesuai dengan dua hal ini; yang pertama adalah wadah kita yang kedua perjuangan kita, maka jika kalian ingin menjadi raja yang besar berjuanglah yang keras, siapkan diri kalian mulai sedini mungkin untuk menjadi raja yang hebat.
    Macam-macam raja itu banyak sekali,dan kita bisa menjadi raja dalam bidang apa saja,karena yang maha raja adalah Allah SWT, misalkan raja komputer, maka ia mempunyai komputer di seluruh dunia, pelajarilah bagaimana raja komputer itu bisa jaya, baca biografinya Billgiet (Sang Raja Komputer),bagaimana dia bisa menjadi raja komputer, di mana setiap rumah ada produknya dia. Semua siswa-santri SMK Ulul Albab sekarang kalian mempunyai kesempatan untuk menjadi raja komputer,  dan kalian boleh juga menjadi raja uang,  yang semua uang itu lewat di bank nomor rekening kalian.
    Kalian semua berhak menjadi raja, ada raja ilmu juga dalam bidangnya masing-masing, silahkan yang mau menekuni bidang pertanian bisa menjadi raja terong, atau raja biting juga tidak apa-apa,  yaitu raja ‘biting’ se Indonesia karena di sini banyak bambu.Coba mungkin bisa dibuat tusuk gigi,dan sebagainya. Kenyataannya sekarang raja nya adalah orang lain,bukan kita,  kenapa? Padahal mereka tidak mempunyai ‘barongan’ seperti kita, kita punya sawah banyak, tapi yang mengusai cabai adalah Cilli,bukan kita, sepertinya orang china,  itu adalah pabrik cabai  yang merajai pasar di seluruh Indonesia.
    Diantara kalian yang masih mempunyai mental sehat dan kuat pasti akan menjadi raja, jangan takut kehilangan kerajaan, atau takut tidak kebagian kerajaan,  karena di bidang apapun kalian bisa menjadi raja,walaupun tidak terlalu pandai mengaji,  pokonya yang penting kalian menjadi raja pada hari nanti (yaumuddin) , di mana hari itu dijanjikan oleh agama Manjadda wajadda (siapa yang sungguh-sungguh pasti dapat), di hari itu kalian akan dapat kekuasaan dan itulah hari agama untuk kalian. Akhlak yangharus kita miliki adalah sabar dan futuristik,(berorientasi ke depan), masa depan kalian itulah yaumuddin, kalian harus jadi raja pada saat itudan sekaranglah kesempatannya untuk bekerja keras, fokus, mengasah kemampuan seperti juga Rosulullah saw beliau adalah rajanya dunia akhirat. Bagaimana perjuangan Rosulullah saw untuk menggapai kekuasaannya, beliaulah raja yang paling sempurnakemikmatannya, semua jabatan tertinggi ada pada rosulullah saw.
     walaupun penampilan beliau tidak seperti raja, (beliau tidak memakai mahkota raja dan hanya menggunakan surban biasa), Rosulullah tidak menggunakan istana mewah melainkan istananya hanya galar biasa, tetapi kekuasannya beliau, apapun perkataan beliau, itulah yang diturut atau dianaut oleh sahabatnya dan seluruh pengikutnya pada hari agama, dan rosulullah saw mendapatkannya semua kenikmatan dan kepuasan.
    Perjuangan rosulullah saw juga harus kita baca, bukan hanya hasilnya saja, bagaimana sekarang Billgiet juga sukses itu membutuhkan perjuangan yang keras untuk menjadi raja komputer, silahkan membaca biografi raja siapa saja, baik raja politik atau raja ekonomi, atau raja keilmuan dan lain sebagainya. Oleh karena itu pada sa’at 20 tahun yang akan datang kalian harus siap untuk menjadi raja. Tidak ada raja yang tidak sakti, sehingga kalian harus berlatih yang sehebat-hebatnya dan tidak boleh main-main, karena hidup kalian ini ditugasi oleh Allah SWT untuk menjadi raja, menjadi kholifatullah fil ard(raja perwakilan Allah di muka bumi),  kebesaran kekuasaan kalian nanti akan sesuai dengan perjuangan dan potensi kalian masing-masing.
    Setiap raja sejak semula sudah dikondisikan sedemikian rupa oleh yang mencetaknya, jadi kalian tidak boleh hanya main-main saja. Kalian tahu raja tawon yang namanya ratu, karena dia adalah betina dan dialah yang menelurkan semua tawon di kerajaannya, ratu tawon itu sejak kecil sudah dipersiapkan, baik tempatnya maupun  makanannya. Calon  raja tawon sejak kelahirannya, makanannya sudah dibedakan, kalau yang lain itu makanannya madu tetapi calon  ratu tawon makannannya royyal jelly. Jadi jika kalian ingin menjadi raja makannannya juga harus berbeda dengan yang lain. jangan semuanya dimakan, calon raja makanannya harus yang halal dan yang baik-baik saja. Kalau raja  tidak pernah puasa, tidak pernah ngrowot ,  maka hasilnya nanti akan menjadi  raja yang kecil yaitu raja rumah tangga saja.Maka siapkan diri kalian untuk menjadi raja yang besar.
    Begitu juga dengan Ulul Albab ini, ini juga adalah sebuah kerajaan yang memang baru dan rajanya ini belum begitu sempurna, dan nanti pada hari yang dijanjikan (yaumuddin) hari yang sudah dijanjikan Allah SWT pasti akan menjadi besar dan sempurna. Dan kalian harus lebih besar lagi,  karena kalian dibimbing, disiapkan untuk menjadi seorang raja dengan menggunakan ilmu yang namanya ilmu ta’wilul qur’an . maksudnya adalah makna yang terkandung di balik ayat al-Qur’an, dan itu belum pernah kita dengan dan kita  baca. Karena ulama’ kita kebanyakan tidak menyepakati pemahaman  tersebut. Karena mereka memahami ayat:وما يعلم تأويله الا الله , والراشخون فى العلم....... wamayya’mal takwilahu illallahtitiknya setelah kata Allah, tetapi kita berkeyakinan titiknya bikan di situ, tetapi setelah kata ilmi. orang-orang kurang cermat memehami takwil al-Qur’an hanya Allah padahal sebenarnya juga orang-orang yang mendalam ilmunya juga mengetahui takwil nya al-Qur’an.
    Silahkan kalian merancang diri kalian, ingin menjadi raja apa saja asalkan jangan sampai menjadi raja kejahatan, seperti; raja maling, raja copet, raja koruptor na’udzubillahimindzalik. jadilah kalian raja dalam kebaikan, dan yang ke dua jangan sampai dengan cara curang kalian menjadi seorang raja dan mendapatkan kerajaan. Rintis sendiri kerajaan kalian masing-masing mulai sekarang.Jangan curang, menggunakan kerajaan orang lain untuk menjadi raja, na’udzubillahimindzalik. Mumpung masih ada waktu rintislah kerajaan kalian masing-masing.
    Mudah-mudahan sukses selalu menyertai kita semua dan mendapatkan ridho Allah SWT.

    0 komentar:


    Surat Al-Fatehah ayat ke-3, yaitu Arrohmannirrohiimالرَّحْمـنِالرَّحِيمِ ﴿٣﴾adalah ayat yang sangat penting kita internalisasikan nilai-nilainya di dalam akhlak kita sehari-hari. Kata ini sepertinya sederhana,  tetapi ini adalah kata yang sangat menentukan  terhadap kesuksesan  hidup kita di dunia ini , karena ketika kita menyikapai segala sesuatu, melaksanakan segala sesuatu harus berbasis dengan kata ini , yaitu Arrohman-arrohiim, kita sebagai hamba Allah SWT maka senantiasalah kita berakhlak kepada-Nya dengan  meyakini, bahwa Allah adalah rohman  dan rohim , sehingga apa saja yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita, kita berhusnudzon (berbaik sangka)  kalau bukan karena rohmannya  juga pasti karena rohimnya atau mungkin kita selalu hati-hati, ketika kita tidak mendapatkan kebaikan menurut kita,  maka yakinlah bahwa itu sifat rohimnya Allah SWT (karena menyayangi kita), yakinlah bahwa itu ada maksud baik Allah SWT di balik itu semua,  karena Allah SWT punya banyak cara untuk memberi pelajaran kepada kita, baik tentang sesuatu khususnya yang tidak mengenakkan, itu merupakan pelajaran yang terbaik untuk kita dan itu juga merupakan nasehat terbaik, ilmu terbaik  yang Allah SWT berikan.
    Oleh karena itu kita harus berhusnudzonkepada rohman-rohim-Nya. Begitu juga sebaliknya ketika kita mendapatkan kebaikan-kebaikan,maka juga begitu jangan sampai kita menjadi sombong,  karena  bisa jadi itu adalah ujian bagi kita,  atau justru kita menjadi terperosok ke dalam kebaikan itu. Sudah banyak sekali contoh orang yang sukses, orang yang kelihatannya mendapat kebaikan tetapi sebenarnya itu adalah awal dari pada kehancurannya,  karena tidak bisa menyikapinya dengan baik, mereka lupa bahwa itu adalah sifat rohmannya Allah SWT bukan rohimnya Allah SWT.
    Kondisi yang baik itu sebetulnya adalah ujian  bagi kita,  apakah  kita dapat menyikapi kebaikan yang Allah telah berikan itu dengan bijak, karena  akibat dari segala sesuatu itu lebih banyak  sesuai dengan sikap kita. Seperti karunia mendapat kaya, pinter, ganteng, dan cantik atau yang lainnya,  kalau kita tidak mensyukurinya atau menyikapinya dengan bijaksana, bisa jadi itu akan menjadi bumerang bagi kita selanjutnya. Dan itu semua adalah misteri bagi kita, kita harus selalu berhusnudzon kepada Allah SWT  bahwa itu adalah kebaikannya Allah SWT.
    Istidroj atau dielu-elu itu adalahsuatu kebaikan, yang sebenarnya adalah penghancur dan penyesat diri kita. Sehingga jika  kita mendapat sesuatu yang baik menurut anggapan kita, maka kita harus berhati-hati jangan-jangan itu bumerang, kita harus ber-istighfar Astaghfirullahal’adzim ya Allah.. jadikanlah kebaikan ini betul-betul membawa berkah, bahwa ini adalah amanat-Mu ya Allah maka aku akan laksanakan sebaik-baiknya”. Kalau kita lupa dan menyombongkan diri, “OOhh aku kok” nanti akhirnya ‘mlentung’ seperti ‘plenthus’ sehingga selesailah kesuksesan seseorang dan dia akan jatuh ke dalam kehancuran.
     Ketika ada kebaikan kita sikapi dengan hati – hati, karena  bisa jadi itu adalah sifat rohmannya  Allah SWT saja,  di mana itu sebetulnya bukanlah yang terbaik untuk kita, ketika kita tidak baik “ Ya Allah kenapa saya masih bodoh, ya Allah kenapa saya masih jelek”, inilah maksud baik Allah SWT di balik kenyataan itu dan itu merupakan rahasia Allah SWT. Maka kita harus belajar keras ketika gagal akhirnya mencoba terus, ketika sakit akhirnya menganalisa kekurangannya apa, teruslah intropeksi diri, itulah cara Allah SWT memberi ilmu bermacam-macam caranya dan itu adalah sifat Arrohmannirrohiimnya Allah SWT
    Ketika kita sebagai hamba Allah SWT dan kholifatullah atau wakilnya Allah SWT dalam bentuk apa saja, kita harus senantiasa bersikap rahman-rohim oleh karena itu dalam surat al-Fatehah diulang dua kali  arrahman arrohim itu. Karena begitu pentingnya maka rosulullah saw menyatakan setiap perbuatan yang bernilai dan tidak diikuti dengan pernyataan ini maka Allah SWT tidak bertanggungjawab, dibiarkan oleh Nya fahua aqtok aw abtar dia  akan terputus , maka kita harus selalu beroriantasi terhadap rahman rohim nya Allah SWT.
     Bapak ibu guru,  kita semua harus rahman rohim,sedangkan kita yang jadi calon kholifah ,  yang masih jadi anak-anak dan murid atau jadi santri juga harus senantiasa berhusnudzon pada ulil amri kita , yaitu orang tua dan guru-guru kita, di mana mereka yang mengurus kita, mendidik kita. Terhadap sikap  guru kita, seperti misalnya bapak ibu guru kita ‘kereng’ (galak) pada kita,  maka kita harus berhusnudzon, karena itu adalah sifat rohimnya yang muncul. Kamu dipukul, dijewer, semuanya harus diterima dengan sikap mental yang bagus, karena  begitulah cara guru memasukkan ilmu pada kalian , mungkin karena sulitnya kalian ditegur. Ketika guru memuji dan berbuat baik terhadap kita, orang tua kita baik terhadap kita, kita harus hati-hati jangan-jangan ini ‘ngelulu’ “Aku kok disangoni akeh terus”  (saya kok dikasih uang saku banyak terus), sebenarnya kita sedang diuji, apakah anak  ini  pemboros atau anak yang pintar, apakah dia pujian maniak (gila pujian) atau anak yang cerdas sehingga kita harus bisa menyikapinya dengan hati-hati. Jangan dilihat baiknya saja, apakah benar baik ini karena beliau menggunakan ilmu rohimnya jangan-jangan itu adalah rohmannya dia yang memberikan atau menuruti semua, kalau kita telan bulat-bulat,  jadilah kita seperti ayam potong, yang mana ayam potong itu hanya ‘glinak-glinuk’ saja,  yang tidak kuat melakukan apa-apa, jadilah kita pohon yang rapuh,  pohon yang besar tetapi ketika terhempas angin langsung patah,  maka kita akan jatuh, itulah ibaratnya, kalau  kita menelan bulat-bulat sifat rohmannya orang tua kita.
    Menyayangi untuk kebaikannya,  bukan menyayangi untuk keinginannya itulah  orang tua yang sedang memberikan rohimnya kepada anaknya. Kalau setiap kali keinginan anaknya diberikan maka sebagai anak kita harus berhati-hati, kalau setiap kali keinginan kita tidak  juga dikabulkan,  kita harus berbangga berarti mereka menginginkan kita kreatif,  bagaiman caranya menggunakan uang yang sedikit untuk bisa cukup, atau tidak dikasih uang saku sama sekali,  agar kita bisa kreatif mencari sendiri. misalkan di sekolah kita membawa jajan untuk dijual, karena banyak orang yang sukses karena hal kecil seperti itu.
    Hampir semua orang yang sukses itu,  karena uang sakunya sedikit, dan kebalikannya dimana seseorang yang mempunyai uang saku banyak kebanyakan justru  tidak sukses. Kepada siapa saja, (ketika kita menjadi ulil amrinya) kita juga harus melaksanakannya dengan sifar rohman . Dan secara khusussifat rohim, yang diberikan kepada siapa saja yang kita cintai dengan sepenuh hati, seperti  terhadap;  istri, suami, murid, dan lain sebagainya, tidak semua yang mereka inginkan kita berikan,  tapi semua yang dia butuhkan betul-betul kita harus turuti.
    Kemampuan untuk bisa memenejemeni,   bagaimana bisa menyikapi dengan tepat,  kapan harus rohman,kapan harusrohim , inilah yang disebut dengan kecerdasan spiritual. Kita manusia ini diberi oleh Allah SWT banyak kecerdasan yang secara garis besar kedalamannya ada empat tingkatan,  yang disebut dengan kecerdasan kinestetik, kecerdasan intelgensi, kecerdasan emosi, dan kecerdasan spiritual. Dari kesemuanya itu yang paling penting adalah kecerdasan spiritual, karena kecerdasan spiritual adalah kecerdasan kepekaan isyarat-asyarat ilahi, kemampuan meanning (memberi makna-makna dalam setiap peristiwa).
    Sedangkan kecerdasan adalah kemampuan untuk memberi respon dengan cepat, dan tepat  dalam setiap sesuatu. Orang yang cerdas bisa merespon sesuatu dengan cepat dan tepat dalam bidang apa saja sesuai dengan rangsangan yang diterima. Misalkan dalam bidang yang bersifat emosi, kepekaan  kita dalam  merespon perasaan teman,dan atau perasaan orang lain,itu namanya kecerdasan emosionalnya tinggi. Kalau kita bisa merespon pukulan dengan cepat dan tepat, ada bola datang langsung tendang dengan cepat dan tepat, itu namanya cerdas kinestetik.  Kalau ada pelajaran matematika, biologi, mengahafal dan lain sebagainya dan kita bisa menjawab dengan cepat dan tepat itu namanya kecerdasan intelgensi. Dan yang disebut kecerdasan spiritual adalah kecerdasan atau kemampuan kecepatan dan ketepatan merespon sesuatu yang bersifat intergratif dan  mengkorelasikan atau menghubung-hubungkan antar peristiwa dengan baik.
    Kecerdasan spiritual adalah  jembatan untuk semua kecerdasan, dan ini yang paling kita butuhkan dan harus kembangkan, dan kita asah. Setiap kita punya kecerdasan ini, kalau dalam peta ilmu neoropsikologi atau neorotika yaitu ilmu tentang peta otak, peta neuron atau serabut-serabut saraf. Seperti ada otak kanan otak kiri, otak tengah, otak belakang dan lain sebagainya. Dan pengendalinya otak tengahlah yang menjadi sentral kecerdasan spiritual. Kalau orang jawa dulu sudah mengenal dengan bagus,  sehingga mereka banyak yang menjadi winasis, atau orang-orang ahli hikmah,  atau orang bijaksana, itu karena kecerdasan spiritualnya lebih bagus dari kecerdasan lainnya. Sehingga mereka bisa bertahan dalam kehidupan yang panjang, terdesak, misalnya miskin tetapi tetap bahagia, terjajah bisa tetap bahagia, sakit bisa bersyukur, semua itu karena orang-orang yang cerdas dalam spiritual. Dalam peta otak kita, bagian  itu kalau orang jawa menamainya ‘mbon-mbonan’ atau  ubun-ubun, bagian kepala tempatnya yang paling lama kerasnya, paling baru untuk terbentuk menjadi satu, pada umur berapa bulan itu masih ‘endhut-endhut’ ,  itulah tempatnya untuk ‘disuwuk’ atau ditimbul oleh orang jawa dulu, yang maksud dan  fungsinya untuk menguatkan kecerdasan spiritual,  menyatukan multi kecerdasannya. Oleh karena ketika berjabat tangan kepada orang tua, guru, supaya menunduk betul,  agar ubun-ubun nya juga ke’sebul’ ketiup do’a,  biar cerdas spiritualnya. 
    Bagaimana kita mengasah kecerdasan spiritual kita ini , dengan baik tidak ada lain jalannya kecuali mengasah kecerdasan spiritual dengan dzikrullah  mengingat Allah SWT, menyambungkan tempat atau peta god spot (titik tuhan) mengfungsikan titik tuhan itu, menghubungkan titik itu dengan tuhan namanya dzikrullah, merenung, tafakkur, itu mempercerdas spiritual kita,  agar kita menjadi lebih baik dan mampu bertahan dalam semua kondisi kita, membaca al-Qur’an juga bagus. Sholat khusunya, adalah media yang paling bagus untuk mengasah kecerdasan spiritual itu, kemudian dzikrullah ‘formal’ setiap selesai sholat. Untuk mengaktifkan otak tengah kita , maka kita harus konsentrasi dalam sholat dan dzikir-dzikir ,  jangan bercanda saja, jangan ikut-ikutan saja.
     Kalian lihat gambarnya orang-orang yang meditasi itu,  konsentrasi yang sukses itu manakala sudah ubun-ubunnya menyala atau bercahaya, itu tandanya bahwa ubun-ubunnya orang itu atau pada “god spot”nya  sudah connecteddengan tuhan, orang yang selalu seperti itu maka di mana saja dia ada lampunya ada diteksinya. Tetapi juga jangan salah,  ada orang-orang yang lebih bijak lagi , malah tidak kelihatan auronya.Tapi itu justru yang lebih tinggi, karena dia sudah bisa mengkombinasikan seluruh cahaya atau auranya dalam bentuk yang sempurna, tidak ada warnanya lagi. kalau kitamelihat orang yang cahayanya atau auranya berwarna ungu,  maka orang itu berarti ilmunya tinggi, kecerdasan spiritualnya sudah hidup walaupun mungkin tidak sempurna atau tidak berkombinasi dengan kecerdasan yang lain dengan baik,  atau dengan akhlak yang lain secara harmonis.

    Kajian Nilai-nilai Al Quran - Pendidikan Karakter dalam Ayat 3 Surat Al-Fatihah


    Surat Al-Fatehah ayat ke-3, yaitu Arrohmannirrohiimالرَّحْمـنِالرَّحِيمِ ﴿٣﴾adalah ayat yang sangat penting kita internalisasikan nilai-nilainya di dalam akhlak kita sehari-hari. Kata ini sepertinya sederhana,  tetapi ini adalah kata yang sangat menentukan  terhadap kesuksesan  hidup kita di dunia ini , karena ketika kita menyikapai segala sesuatu, melaksanakan segala sesuatu harus berbasis dengan kata ini , yaitu Arrohman-arrohiim, kita sebagai hamba Allah SWT maka senantiasalah kita berakhlak kepada-Nya dengan  meyakini, bahwa Allah adalah rohman  dan rohim , sehingga apa saja yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita, kita berhusnudzon (berbaik sangka)  kalau bukan karena rohmannya  juga pasti karena rohimnya atau mungkin kita selalu hati-hati, ketika kita tidak mendapatkan kebaikan menurut kita,  maka yakinlah bahwa itu sifat rohimnya Allah SWT (karena menyayangi kita), yakinlah bahwa itu ada maksud baik Allah SWT di balik itu semua,  karena Allah SWT punya banyak cara untuk memberi pelajaran kepada kita, baik tentang sesuatu khususnya yang tidak mengenakkan, itu merupakan pelajaran yang terbaik untuk kita dan itu juga merupakan nasehat terbaik, ilmu terbaik  yang Allah SWT berikan.
    Oleh karena itu kita harus berhusnudzonkepada rohman-rohim-Nya. Begitu juga sebaliknya ketika kita mendapatkan kebaikan-kebaikan,maka juga begitu jangan sampai kita menjadi sombong,  karena  bisa jadi itu adalah ujian bagi kita,  atau justru kita menjadi terperosok ke dalam kebaikan itu. Sudah banyak sekali contoh orang yang sukses, orang yang kelihatannya mendapat kebaikan tetapi sebenarnya itu adalah awal dari pada kehancurannya,  karena tidak bisa menyikapinya dengan baik, mereka lupa bahwa itu adalah sifat rohmannya Allah SWT bukan rohimnya Allah SWT.
    Kondisi yang baik itu sebetulnya adalah ujian  bagi kita,  apakah  kita dapat menyikapi kebaikan yang Allah telah berikan itu dengan bijak, karena  akibat dari segala sesuatu itu lebih banyak  sesuai dengan sikap kita. Seperti karunia mendapat kaya, pinter, ganteng, dan cantik atau yang lainnya,  kalau kita tidak mensyukurinya atau menyikapinya dengan bijaksana, bisa jadi itu akan menjadi bumerang bagi kita selanjutnya. Dan itu semua adalah misteri bagi kita, kita harus selalu berhusnudzon kepada Allah SWT  bahwa itu adalah kebaikannya Allah SWT.
    Istidroj atau dielu-elu itu adalahsuatu kebaikan, yang sebenarnya adalah penghancur dan penyesat diri kita. Sehingga jika  kita mendapat sesuatu yang baik menurut anggapan kita, maka kita harus berhati-hati jangan-jangan itu bumerang, kita harus ber-istighfar Astaghfirullahal’adzim ya Allah.. jadikanlah kebaikan ini betul-betul membawa berkah, bahwa ini adalah amanat-Mu ya Allah maka aku akan laksanakan sebaik-baiknya”. Kalau kita lupa dan menyombongkan diri, “OOhh aku kok” nanti akhirnya ‘mlentung’ seperti ‘plenthus’ sehingga selesailah kesuksesan seseorang dan dia akan jatuh ke dalam kehancuran.
     Ketika ada kebaikan kita sikapi dengan hati – hati, karena  bisa jadi itu adalah sifat rohmannya  Allah SWT saja,  di mana itu sebetulnya bukanlah yang terbaik untuk kita, ketika kita tidak baik “ Ya Allah kenapa saya masih bodoh, ya Allah kenapa saya masih jelek”, inilah maksud baik Allah SWT di balik kenyataan itu dan itu merupakan rahasia Allah SWT. Maka kita harus belajar keras ketika gagal akhirnya mencoba terus, ketika sakit akhirnya menganalisa kekurangannya apa, teruslah intropeksi diri, itulah cara Allah SWT memberi ilmu bermacam-macam caranya dan itu adalah sifat Arrohmannirrohiimnya Allah SWT
    Ketika kita sebagai hamba Allah SWT dan kholifatullah atau wakilnya Allah SWT dalam bentuk apa saja, kita harus senantiasa bersikap rahman-rohim oleh karena itu dalam surat al-Fatehah diulang dua kali  arrahman arrohim itu. Karena begitu pentingnya maka rosulullah saw menyatakan setiap perbuatan yang bernilai dan tidak diikuti dengan pernyataan ini maka Allah SWT tidak bertanggungjawab, dibiarkan oleh Nya fahua aqtok aw abtar dia  akan terputus , maka kita harus selalu beroriantasi terhadap rahman rohim nya Allah SWT.
     Bapak ibu guru,  kita semua harus rahman rohim,sedangkan kita yang jadi calon kholifah ,  yang masih jadi anak-anak dan murid atau jadi santri juga harus senantiasa berhusnudzon pada ulil amri kita , yaitu orang tua dan guru-guru kita, di mana mereka yang mengurus kita, mendidik kita. Terhadap sikap  guru kita, seperti misalnya bapak ibu guru kita ‘kereng’ (galak) pada kita,  maka kita harus berhusnudzon, karena itu adalah sifat rohimnya yang muncul. Kamu dipukul, dijewer, semuanya harus diterima dengan sikap mental yang bagus, karena  begitulah cara guru memasukkan ilmu pada kalian , mungkin karena sulitnya kalian ditegur. Ketika guru memuji dan berbuat baik terhadap kita, orang tua kita baik terhadap kita, kita harus hati-hati jangan-jangan ini ‘ngelulu’ “Aku kok disangoni akeh terus”  (saya kok dikasih uang saku banyak terus), sebenarnya kita sedang diuji, apakah anak  ini  pemboros atau anak yang pintar, apakah dia pujian maniak (gila pujian) atau anak yang cerdas sehingga kita harus bisa menyikapinya dengan hati-hati. Jangan dilihat baiknya saja, apakah benar baik ini karena beliau menggunakan ilmu rohimnya jangan-jangan itu adalah rohmannya dia yang memberikan atau menuruti semua, kalau kita telan bulat-bulat,  jadilah kita seperti ayam potong, yang mana ayam potong itu hanya ‘glinak-glinuk’ saja,  yang tidak kuat melakukan apa-apa, jadilah kita pohon yang rapuh,  pohon yang besar tetapi ketika terhempas angin langsung patah,  maka kita akan jatuh, itulah ibaratnya, kalau  kita menelan bulat-bulat sifat rohmannya orang tua kita.
    Menyayangi untuk kebaikannya,  bukan menyayangi untuk keinginannya itulah  orang tua yang sedang memberikan rohimnya kepada anaknya. Kalau setiap kali keinginan anaknya diberikan maka sebagai anak kita harus berhati-hati, kalau setiap kali keinginan kita tidak  juga dikabulkan,  kita harus berbangga berarti mereka menginginkan kita kreatif,  bagaiman caranya menggunakan uang yang sedikit untuk bisa cukup, atau tidak dikasih uang saku sama sekali,  agar kita bisa kreatif mencari sendiri. misalkan di sekolah kita membawa jajan untuk dijual, karena banyak orang yang sukses karena hal kecil seperti itu.
    Hampir semua orang yang sukses itu,  karena uang sakunya sedikit, dan kebalikannya dimana seseorang yang mempunyai uang saku banyak kebanyakan justru  tidak sukses. Kepada siapa saja, (ketika kita menjadi ulil amrinya) kita juga harus melaksanakannya dengan sifar rohman . Dan secara khusussifat rohim, yang diberikan kepada siapa saja yang kita cintai dengan sepenuh hati, seperti  terhadap;  istri, suami, murid, dan lain sebagainya, tidak semua yang mereka inginkan kita berikan,  tapi semua yang dia butuhkan betul-betul kita harus turuti.
    Kemampuan untuk bisa memenejemeni,   bagaimana bisa menyikapi dengan tepat,  kapan harus rohman,kapan harusrohim , inilah yang disebut dengan kecerdasan spiritual. Kita manusia ini diberi oleh Allah SWT banyak kecerdasan yang secara garis besar kedalamannya ada empat tingkatan,  yang disebut dengan kecerdasan kinestetik, kecerdasan intelgensi, kecerdasan emosi, dan kecerdasan spiritual. Dari kesemuanya itu yang paling penting adalah kecerdasan spiritual, karena kecerdasan spiritual adalah kecerdasan kepekaan isyarat-asyarat ilahi, kemampuan meanning (memberi makna-makna dalam setiap peristiwa).
    Sedangkan kecerdasan adalah kemampuan untuk memberi respon dengan cepat, dan tepat  dalam setiap sesuatu. Orang yang cerdas bisa merespon sesuatu dengan cepat dan tepat dalam bidang apa saja sesuai dengan rangsangan yang diterima. Misalkan dalam bidang yang bersifat emosi, kepekaan  kita dalam  merespon perasaan teman,dan atau perasaan orang lain,itu namanya kecerdasan emosionalnya tinggi. Kalau kita bisa merespon pukulan dengan cepat dan tepat, ada bola datang langsung tendang dengan cepat dan tepat, itu namanya cerdas kinestetik.  Kalau ada pelajaran matematika, biologi, mengahafal dan lain sebagainya dan kita bisa menjawab dengan cepat dan tepat itu namanya kecerdasan intelgensi. Dan yang disebut kecerdasan spiritual adalah kecerdasan atau kemampuan kecepatan dan ketepatan merespon sesuatu yang bersifat intergratif dan  mengkorelasikan atau menghubung-hubungkan antar peristiwa dengan baik.
    Kecerdasan spiritual adalah  jembatan untuk semua kecerdasan, dan ini yang paling kita butuhkan dan harus kembangkan, dan kita asah. Setiap kita punya kecerdasan ini, kalau dalam peta ilmu neoropsikologi atau neorotika yaitu ilmu tentang peta otak, peta neuron atau serabut-serabut saraf. Seperti ada otak kanan otak kiri, otak tengah, otak belakang dan lain sebagainya. Dan pengendalinya otak tengahlah yang menjadi sentral kecerdasan spiritual. Kalau orang jawa dulu sudah mengenal dengan bagus,  sehingga mereka banyak yang menjadi winasis, atau orang-orang ahli hikmah,  atau orang bijaksana, itu karena kecerdasan spiritualnya lebih bagus dari kecerdasan lainnya. Sehingga mereka bisa bertahan dalam kehidupan yang panjang, terdesak, misalnya miskin tetapi tetap bahagia, terjajah bisa tetap bahagia, sakit bisa bersyukur, semua itu karena orang-orang yang cerdas dalam spiritual. Dalam peta otak kita, bagian  itu kalau orang jawa menamainya ‘mbon-mbonan’ atau  ubun-ubun, bagian kepala tempatnya yang paling lama kerasnya, paling baru untuk terbentuk menjadi satu, pada umur berapa bulan itu masih ‘endhut-endhut’ ,  itulah tempatnya untuk ‘disuwuk’ atau ditimbul oleh orang jawa dulu, yang maksud dan  fungsinya untuk menguatkan kecerdasan spiritual,  menyatukan multi kecerdasannya. Oleh karena ketika berjabat tangan kepada orang tua, guru, supaya menunduk betul,  agar ubun-ubun nya juga ke’sebul’ ketiup do’a,  biar cerdas spiritualnya. 
    Bagaimana kita mengasah kecerdasan spiritual kita ini , dengan baik tidak ada lain jalannya kecuali mengasah kecerdasan spiritual dengan dzikrullah  mengingat Allah SWT, menyambungkan tempat atau peta god spot (titik tuhan) mengfungsikan titik tuhan itu, menghubungkan titik itu dengan tuhan namanya dzikrullah, merenung, tafakkur, itu mempercerdas spiritual kita,  agar kita menjadi lebih baik dan mampu bertahan dalam semua kondisi kita, membaca al-Qur’an juga bagus. Sholat khusunya, adalah media yang paling bagus untuk mengasah kecerdasan spiritual itu, kemudian dzikrullah ‘formal’ setiap selesai sholat. Untuk mengaktifkan otak tengah kita , maka kita harus konsentrasi dalam sholat dan dzikir-dzikir ,  jangan bercanda saja, jangan ikut-ikutan saja.
     Kalian lihat gambarnya orang-orang yang meditasi itu,  konsentrasi yang sukses itu manakala sudah ubun-ubunnya menyala atau bercahaya, itu tandanya bahwa ubun-ubunnya orang itu atau pada “god spot”nya  sudah connecteddengan tuhan, orang yang selalu seperti itu maka di mana saja dia ada lampunya ada diteksinya. Tetapi juga jangan salah,  ada orang-orang yang lebih bijak lagi , malah tidak kelihatan auronya.Tapi itu justru yang lebih tinggi, karena dia sudah bisa mengkombinasikan seluruh cahaya atau auranya dalam bentuk yang sempurna, tidak ada warnanya lagi. kalau kitamelihat orang yang cahayanya atau auranya berwarna ungu,  maka orang itu berarti ilmunya tinggi, kecerdasan spiritualnya sudah hidup walaupun mungkin tidak sempurna atau tidak berkombinasi dengan kecerdasan yang lain dengan baik,  atau dengan akhlak yang lain secara harmonis.

    0 komentar:


    اياك نعبد واياك نستعين
    Ayat yang ke lima adalahاياك نعبد واياك نستعينIyyakana’budu wa iyyakanasta’iin artinya "hanya kepada-Mu lah kami menyembah dan hanya kepada-Mu lah kami mohon pertolongan", ayat ini memberikan pencerahan kepada kita sebagai hamba Allah SWT, dan makhluk-Nya, sesuatu yang berada pada posisi bawah. Pada empat ayat sebelumnya mengungkapkan Allah SWT sebagai tuhan dan kita sebagai kholifahnya(wakil-Nya yang memimpin makhluk lainnya). Pada surat al-Fatehah ini , memiliki tujuh ayat,  maka empat ayat memberikan ilham, isyarat, dan informasi,  bagaimana kita bisa menjadi kholifah yang baik, menjadi raja, dan penguasa di muka bumi ini. Karena kita lebih banyak diperintah oleh Allah SWT untuk menjadi penguasa,  dan setiap kita lebih banyak pula memiliki kecenderungan untuk menjadi raja daripada menjadi hamba, sehingga posisi empat ayat  lawan tiga ayat, kalau tujuh ayat artinya empat ayat ini mengisyaratkan  dan memerintahkan supaya kita menjadi penguasa (khalifah) pada masa depan yang lebih kuat,  kalau tidak mampu, baru menjadi hamba.
                Manusia memang tidak bisa menjadi raja sepenuhnya, karena manusia hanya menjadi raja secara simbolik, raja sesa’at pada waktunya saja namun sesungguhnya raja yang abadi hanyalah Allah SWT, tetapi setidaknya kita pernah menjadi raja di bumi ini. Masa kita saat menjadi raja pun kita juga masih menjadi hamba, sebagai hamba Allah SWT maupun raja – raja yang lain,  maka ayat yang ke lima sampai ayat yang ke tujuh itu memberikan isyarat ketika kita menjadi hamba atau ketika kita menjadi bawahan, disitulah sikap-sikap yang diajarkan oleh Allah swt.
    Akhlak dari ayat ke lima sampai ke tujuh ini menuntun kita sebagai seorang hamba, yang pertama pada ayat ke lima memberikan dua isyarat, tuntunan penghambaan atau peribadahan yang kedua tentang permohonan. Hakikat daripada peribadatan adalah keta’atan, dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman; أطيعواالله وأطيعوا الرسول و أولى الأمر منكمati’ullah wa atiurrosuul wa ulil amri minkum. Ada tiga orang yang harus kita ta’ati, satu kepada Allah SWT, dua Rosulullah, tiga kepada ulil amri. Ketaatan kpada  ketiga person inilah yang disebut dengan tribakti (bakti terhadap Allah SWT, bakti rosulullah  dan bakti kepada ulil amri).
    Ketiga sasaran keta’atan ini termanivestasikan di dalam kehidupan kita, terselenggarakan dalam kehidupan kita, dalam bentuk aturan hukum maka al-Qur’an mewakili Allah, al-Sunnah mewakili Rasulullah dan perundang-undangan mewakili ulil amri. Sedangkan dalam bentuk person atau profil  di mana kita harus ta’at dalam kehidupan sosial terwujud pula dalam suatu simbolik  perwakilan.Siapa yang mewakili Allah SWT di muka bumi ini, siapa yang mewakili rasulullah saw di muka bumi ini, dan siapa yang mewakili ulil amri dalam kehidupan kita semua harus jelas.
    Orang tua adalah profil  yang mewakili Allah SWT. kalau dalam filsafat jawa dikatakan:wong tuo pengiran katon atau tuhan yang nampak di muka bumi, sehingga Rosulullah saw bersabda:
     رضى الله فى رضى الوالدين و شخط الله فى شخط الوالدين.                                                                      ridhollahi fi ridhol walidain wasukhtullahi fisukhtul walidain:  artinya “ keridhonya Allah SWT itu terletak pada ridhonya orang tua dan murkanya Allah terletak pada murkanya orang tua” ,   jadi orang tua adalah menivestasi tuhan di muka bumi ini, dialah yang menyebabkan kita ada di dunia ini , maka kita harus ta’at kepadanya sampai pada tingkat mencari keridloannya. Apa yang disebut dengan ridho? Ridho adalah bangga, dan ridho ini berbeda dengan izin,  maka carilah ridho orangtua dan kalian akan mendapatkan ridhonya tuhan.
    Siapa manivestasi dan perwujudan Rosulullah saw di muka bumi ini?. Beliau adalah guru-guru kita, beliau adalah utusan Allah SWT untuk memberikan ilmu kepada kita semua. Setiap rosul adalah nabi, nabiyyun itu artinya pembawa berita agung,  sehingga setiap rosul pasti nabi tetapi tidak setiap nabi adalah rosul. Guru-guru kita diibaratkan sebagai rosulullah (utusan Allah),  maka syarat sebagai guru harus ‘alim (berilmu),  karena dia adalah wakilnya Allah SWT untuk menyampaikan ilmu kepada kita. dialah ripiter  informasi yang masuk kepada  kita, dari dialah ilmunya Allah SWT sampai ke kita, dari dialah kita tahu jalan yang benar dan jalan yang salah.
    Seorang guru tidak hanya sekedar menyampaikan informasi,(sebagaimana juga para nabi) guru harus menyampaikan informasi sekaligusmotifasi (basiroon wa nadziroon)pemotivator yang bagus, senantiasa mengarahkan ke jalan yang benar dan tidak mengarahkan pada jalan kesesatan. Kalau ingin ikut bersama saya ke jalannya Allah SWT lewat sini.....,Ini ada jalan sebelah kanan, orang-orang yang aktif lewat jalan kanan namanya ashabul yamin  jalan menuju syurga. Sedangkan orang yang selalu melalui jalan sebelah  kiri namanya ashabul shimal, dan orang-orang yang aktif di sana dipandu oleh syetan menuju neraka. Maka jangan ikuti dia, kalau mau  boleh saja,  tapi kalau yang di sini harus ikut ashabul yamin jalan kanan semua,  karena di sini hanya mengajak ke syurga saja.  jadi kalau kalian tidak mau diajak ke syurga ya jangan di sini, di sini khusus untuk yang mau diajak ke syurga.
        Seorang guru harus menyampaikan informasi yang jelas, yang namanya basiroon wa nadziroon. maksudnya,menjeaskan indahnya syurga dan menakut-nakuti adanya neraka, karena dia adalah wakilnya rosulullah. Ada yang yang menyebutkan bahwa seorang guru itu  lebih utama dari pada orang tua,  karena katanya guru adalah orang tua ruhani kita,  dan karena sebab gurulah kita akan bisa kembali ke syurga. Sementara orang tua kita adalah sebab kita dari syurga menuju dunia. Sehingga guru dan orang tua itu lebih tinggi guru jika seandainya orang tua tidak berfungsi sebagaimana guru juga, pokoknya orangtua melahirkan saja membesarkan saja dan tidak mendidik sama sekali, maka statusnya dia hanya orang tua saja. Tetapi orang tua kita hampir tidak ada yang hanya sebatas orang tua,  tetapi kebanyakan  mereka juga sekaligus sebagai guru, bahkan guru pertama kita, sehingga orang tua kita lebih mulia dari guru harian kita, karena orang tua kita adalah madrosatul ula sekolah pertama kita,untuk mengenal Allah. Sehingga nanti ketika kalian kelak menjadi orang tua, jangan sampai hanya menjadi orang tua saja, dan jangan sampai kedahuluan orang lain untuk menjadi guru pertama dari anak-anak kalian untuk mengenal Tuhan dan mengetahui  jalan menuju syurga.
    Perwujudan dari ulil amri adalah semua atasan kita, baik atasan kita di dalam kerja, masyarakat, sekolah, maupun kantor. Setiap pihak  yang mengurusi kita,  maka kita harus ta’at kepada mereka,  karena dia yang akan mengurusi kita dan bertanggungjawab kepada atasannya juga kepada Allah SWT. Sehingga Allah SWT mengajarkan keta’atan kita terhadap ketiganya dengan baik dan runtut yaitu kepada Allah SWT, Rosulullah saw dan ulil amri,  serta perwujudan dalam kehidupan sosial kita adalah kepada orang tua, guru dan pemimpin kita, kita  harus ta’ati dengan baik.
    Ayatاياك نعبد واياك نستعين iyyaka na’buduu wa iyya kanasta’in , “hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu lah kami mohon pertolongan”, ungkapan ini mengisyaratkan bahwa kita ini harus setia “hanya kepada-Mu” ketika menjadi anakharus betul-betul ta’atnya  harus loyalitas kepada orang tua kita. Ketika kita menjadi murid kita juga harus loyal betul kepada guru-guru kita, supaya mereka tidak cemburu, kita tidak boleh mendua. Ungkapkan, nyatakan dan tumbuhkan di dalam hatinya, bahwa panjenengan adalah  guru saya satu-satunya. Kalau kalian bisa begitu,  sukses akan menyertai kalian, semua guru merasa dia adalah guru satau-satunya,  dan itu adalah sukses yang luar biasa. Karena semua guru akan ada rasa cemburu ketika muridnya itu perbapaling kepada yang lain,  pasti tidak senang, maka ketika pada masing-masing guru secara pribadi,  maka ungkapkanlah bahwa dia adalah guruku satu-satunya. Kepada ulil amri juga begitu jangan kita mendua, ikut sana, ikut sini, karena pasti akan dianggap khianat bermuka dua, sehingga biasakan bahwa kita harus menunjukkan kalau kita setia penuh kepada ulil amri kita, tidak kepada yang lain.
    Dari dua ungkapan iyya kana’budu wa iyya kanas ta’in juga mengisyaratkan kepada kita akhlak yang bagus, selain monoliyalitas dan kesetiaan tunggal, juga ayat itu mengajarkan bahwa dalam kita memohon pertolongan, dukungan, gaji, dan hak itu adalah di belakang,setelah menunaikan kuajiban. Kita harus melakukan dulu kewajiban kita dan keta’atan kita (iyya kana’budu) dulu baru (wa iyya kanasta’iin)kita ta’at dulu baru kita meminta sesuatu yang menjadi hak kita, jangan kita menuntut hak sebelum melaksanakan kewajiban, biasakan tradisi ini maka kita akan sukses.
    Mudah-mudahan sukses dan ridho Allah SWT senantiasa menyertai kita semuanya sehingga kita akan memiliki akhlak qur’ani yang diharapkan pendidikan rosulullah saw.amin

    Kajian Nilai-nilai Al Quran - Pendidikan Karakter dalam Ayat 5 Surat AL Fatihah

    Posted at  18.11  |  in  اياك نعبد واياك نستعين  |  Read More»


    اياك نعبد واياك نستعين
    Ayat yang ke lima adalahاياك نعبد واياك نستعينIyyakana’budu wa iyyakanasta’iin artinya "hanya kepada-Mu lah kami menyembah dan hanya kepada-Mu lah kami mohon pertolongan", ayat ini memberikan pencerahan kepada kita sebagai hamba Allah SWT, dan makhluk-Nya, sesuatu yang berada pada posisi bawah. Pada empat ayat sebelumnya mengungkapkan Allah SWT sebagai tuhan dan kita sebagai kholifahnya(wakil-Nya yang memimpin makhluk lainnya). Pada surat al-Fatehah ini , memiliki tujuh ayat,  maka empat ayat memberikan ilham, isyarat, dan informasi,  bagaimana kita bisa menjadi kholifah yang baik, menjadi raja, dan penguasa di muka bumi ini. Karena kita lebih banyak diperintah oleh Allah SWT untuk menjadi penguasa,  dan setiap kita lebih banyak pula memiliki kecenderungan untuk menjadi raja daripada menjadi hamba, sehingga posisi empat ayat  lawan tiga ayat, kalau tujuh ayat artinya empat ayat ini mengisyaratkan  dan memerintahkan supaya kita menjadi penguasa (khalifah) pada masa depan yang lebih kuat,  kalau tidak mampu, baru menjadi hamba.
                Manusia memang tidak bisa menjadi raja sepenuhnya, karena manusia hanya menjadi raja secara simbolik, raja sesa’at pada waktunya saja namun sesungguhnya raja yang abadi hanyalah Allah SWT, tetapi setidaknya kita pernah menjadi raja di bumi ini. Masa kita saat menjadi raja pun kita juga masih menjadi hamba, sebagai hamba Allah SWT maupun raja – raja yang lain,  maka ayat yang ke lima sampai ayat yang ke tujuh itu memberikan isyarat ketika kita menjadi hamba atau ketika kita menjadi bawahan, disitulah sikap-sikap yang diajarkan oleh Allah swt.
    Akhlak dari ayat ke lima sampai ke tujuh ini menuntun kita sebagai seorang hamba, yang pertama pada ayat ke lima memberikan dua isyarat, tuntunan penghambaan atau peribadahan yang kedua tentang permohonan. Hakikat daripada peribadatan adalah keta’atan, dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman; أطيعواالله وأطيعوا الرسول و أولى الأمر منكمati’ullah wa atiurrosuul wa ulil amri minkum. Ada tiga orang yang harus kita ta’ati, satu kepada Allah SWT, dua Rosulullah, tiga kepada ulil amri. Ketaatan kpada  ketiga person inilah yang disebut dengan tribakti (bakti terhadap Allah SWT, bakti rosulullah  dan bakti kepada ulil amri).
    Ketiga sasaran keta’atan ini termanivestasikan di dalam kehidupan kita, terselenggarakan dalam kehidupan kita, dalam bentuk aturan hukum maka al-Qur’an mewakili Allah, al-Sunnah mewakili Rasulullah dan perundang-undangan mewakili ulil amri. Sedangkan dalam bentuk person atau profil  di mana kita harus ta’at dalam kehidupan sosial terwujud pula dalam suatu simbolik  perwakilan.Siapa yang mewakili Allah SWT di muka bumi ini, siapa yang mewakili rasulullah saw di muka bumi ini, dan siapa yang mewakili ulil amri dalam kehidupan kita semua harus jelas.
    Orang tua adalah profil  yang mewakili Allah SWT. kalau dalam filsafat jawa dikatakan:wong tuo pengiran katon atau tuhan yang nampak di muka bumi, sehingga Rosulullah saw bersabda:
     رضى الله فى رضى الوالدين و شخط الله فى شخط الوالدين.                                                                      ridhollahi fi ridhol walidain wasukhtullahi fisukhtul walidain:  artinya “ keridhonya Allah SWT itu terletak pada ridhonya orang tua dan murkanya Allah terletak pada murkanya orang tua” ,   jadi orang tua adalah menivestasi tuhan di muka bumi ini, dialah yang menyebabkan kita ada di dunia ini , maka kita harus ta’at kepadanya sampai pada tingkat mencari keridloannya. Apa yang disebut dengan ridho? Ridho adalah bangga, dan ridho ini berbeda dengan izin,  maka carilah ridho orangtua dan kalian akan mendapatkan ridhonya tuhan.
    Siapa manivestasi dan perwujudan Rosulullah saw di muka bumi ini?. Beliau adalah guru-guru kita, beliau adalah utusan Allah SWT untuk memberikan ilmu kepada kita semua. Setiap rosul adalah nabi, nabiyyun itu artinya pembawa berita agung,  sehingga setiap rosul pasti nabi tetapi tidak setiap nabi adalah rosul. Guru-guru kita diibaratkan sebagai rosulullah (utusan Allah),  maka syarat sebagai guru harus ‘alim (berilmu),  karena dia adalah wakilnya Allah SWT untuk menyampaikan ilmu kepada kita. dialah ripiter  informasi yang masuk kepada  kita, dari dialah ilmunya Allah SWT sampai ke kita, dari dialah kita tahu jalan yang benar dan jalan yang salah.
    Seorang guru tidak hanya sekedar menyampaikan informasi,(sebagaimana juga para nabi) guru harus menyampaikan informasi sekaligusmotifasi (basiroon wa nadziroon)pemotivator yang bagus, senantiasa mengarahkan ke jalan yang benar dan tidak mengarahkan pada jalan kesesatan. Kalau ingin ikut bersama saya ke jalannya Allah SWT lewat sini.....,Ini ada jalan sebelah kanan, orang-orang yang aktif lewat jalan kanan namanya ashabul yamin  jalan menuju syurga. Sedangkan orang yang selalu melalui jalan sebelah  kiri namanya ashabul shimal, dan orang-orang yang aktif di sana dipandu oleh syetan menuju neraka. Maka jangan ikuti dia, kalau mau  boleh saja,  tapi kalau yang di sini harus ikut ashabul yamin jalan kanan semua,  karena di sini hanya mengajak ke syurga saja.  jadi kalau kalian tidak mau diajak ke syurga ya jangan di sini, di sini khusus untuk yang mau diajak ke syurga.
        Seorang guru harus menyampaikan informasi yang jelas, yang namanya basiroon wa nadziroon. maksudnya,menjeaskan indahnya syurga dan menakut-nakuti adanya neraka, karena dia adalah wakilnya rosulullah. Ada yang yang menyebutkan bahwa seorang guru itu  lebih utama dari pada orang tua,  karena katanya guru adalah orang tua ruhani kita,  dan karena sebab gurulah kita akan bisa kembali ke syurga. Sementara orang tua kita adalah sebab kita dari syurga menuju dunia. Sehingga guru dan orang tua itu lebih tinggi guru jika seandainya orang tua tidak berfungsi sebagaimana guru juga, pokoknya orangtua melahirkan saja membesarkan saja dan tidak mendidik sama sekali, maka statusnya dia hanya orang tua saja. Tetapi orang tua kita hampir tidak ada yang hanya sebatas orang tua,  tetapi kebanyakan  mereka juga sekaligus sebagai guru, bahkan guru pertama kita, sehingga orang tua kita lebih mulia dari guru harian kita, karena orang tua kita adalah madrosatul ula sekolah pertama kita,untuk mengenal Allah. Sehingga nanti ketika kalian kelak menjadi orang tua, jangan sampai hanya menjadi orang tua saja, dan jangan sampai kedahuluan orang lain untuk menjadi guru pertama dari anak-anak kalian untuk mengenal Tuhan dan mengetahui  jalan menuju syurga.
    Perwujudan dari ulil amri adalah semua atasan kita, baik atasan kita di dalam kerja, masyarakat, sekolah, maupun kantor. Setiap pihak  yang mengurusi kita,  maka kita harus ta’at kepada mereka,  karena dia yang akan mengurusi kita dan bertanggungjawab kepada atasannya juga kepada Allah SWT. Sehingga Allah SWT mengajarkan keta’atan kita terhadap ketiganya dengan baik dan runtut yaitu kepada Allah SWT, Rosulullah saw dan ulil amri,  serta perwujudan dalam kehidupan sosial kita adalah kepada orang tua, guru dan pemimpin kita, kita  harus ta’ati dengan baik.
    Ayatاياك نعبد واياك نستعين iyyaka na’buduu wa iyya kanasta’in , “hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu lah kami mohon pertolongan”, ungkapan ini mengisyaratkan bahwa kita ini harus setia “hanya kepada-Mu” ketika menjadi anakharus betul-betul ta’atnya  harus loyalitas kepada orang tua kita. Ketika kita menjadi murid kita juga harus loyal betul kepada guru-guru kita, supaya mereka tidak cemburu, kita tidak boleh mendua. Ungkapkan, nyatakan dan tumbuhkan di dalam hatinya, bahwa panjenengan adalah  guru saya satu-satunya. Kalau kalian bisa begitu,  sukses akan menyertai kalian, semua guru merasa dia adalah guru satau-satunya,  dan itu adalah sukses yang luar biasa. Karena semua guru akan ada rasa cemburu ketika muridnya itu perbapaling kepada yang lain,  pasti tidak senang, maka ketika pada masing-masing guru secara pribadi,  maka ungkapkanlah bahwa dia adalah guruku satu-satunya. Kepada ulil amri juga begitu jangan kita mendua, ikut sana, ikut sini, karena pasti akan dianggap khianat bermuka dua, sehingga biasakan bahwa kita harus menunjukkan kalau kita setia penuh kepada ulil amri kita, tidak kepada yang lain.
    Dari dua ungkapan iyya kana’budu wa iyya kanas ta’in juga mengisyaratkan kepada kita akhlak yang bagus, selain monoliyalitas dan kesetiaan tunggal, juga ayat itu mengajarkan bahwa dalam kita memohon pertolongan, dukungan, gaji, dan hak itu adalah di belakang,setelah menunaikan kuajiban. Kita harus melakukan dulu kewajiban kita dan keta’atan kita (iyya kana’budu) dulu baru (wa iyya kanasta’iin)kita ta’at dulu baru kita meminta sesuatu yang menjadi hak kita, jangan kita menuntut hak sebelum melaksanakan kewajiban, biasakan tradisi ini maka kita akan sukses.
    Mudah-mudahan sukses dan ridho Allah SWT senantiasa menyertai kita semuanya sehingga kita akan memiliki akhlak qur’ani yang diharapkan pendidikan rosulullah saw.amin

    0 komentar:



    Tafsir Isyari Amali Praktis
    Surat Al-Baqarah,  Ayat  1 - 7.   Ruku’  I
    Tentang Kitab Suci Al-Qur’an,
    “Fungsi dan Manusia-Manusia Penerimanya”.
    Redaksi Ayat:
    الم ﴿١﴾ ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ ﴿٢﴾ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ ﴿٣﴾ والَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ ﴿٤﴾ أُوْلَـئِكَ عَلَى هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ﴿٥﴾ إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لاَ يُؤْمِنُونَ ﴿٦﴾ خَتَمَ اللّهُ عَلَى قُلُوبِهمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عظِيمٌ ﴿٧﴾
    Sekilas Tentang Surat Al-Baqarah
    (Termasuk Surat Madaniyah, kecuali ayat 281, Turun di Mina Wilayah Makkah Pada  Waktu Hajji Wada’. Terdiri  dari 286 ayat dan 40 ruku’ ).

    Surat al-baqarah adalah surat pertama dalam al-qur’an setelah pembukaan (al-fatihah), termasuk surat yang paling panjang (286  ayatdan 40 ruku’).  Surat ini termasuk surat madaniyah, dalam arti kebanyakan ayat-ayatnya turun setelah Nabi tinggal di Madinah, kecuali ayat 281, turun di Mina ketika waktu hajji wada’.
     Al-Baqarah artinya sapi betina ,gambaran perwakilan binatang jinak (bahimah). Karena al-qur’anadalahkalamullah yang jugadapatdikatakansebagaitajalliyatullah (bayanganAlla), yang samadenganalamsemesta (makrokosmos), danjugasamadenganmanusia (mikrokosmos). Makasuratinisekaligusmerupakancerminandarimanusia yang kebanyakanberjiwakebinatangjinakan (bahimiyah), yang orientasihidupnya materialistic (hartabenda, makanan,minuman,santaidansek). Isyarat yang dapatkitatangkapketikamembacasuratini, kitaharushati-hati,  agarkitatidaktermasukgolongan orang-orang kebanyakan (yang bertabi’at al-baqarah). Sekaligusjanganheranjikamenemukanbanyakmanusiahedunisdan materialistic, karenamemangkebanyakanmanusiasepertiitu.Malasuntukdiajakberibadahdanberjuang.

    C.Isyarat-isyaratPentingdanPenjelasanSingkatnya.
    Isyaratdariruku’ iniadalahadalahbahwa al-qur’anadalahkitabsuci yang berbahasa Arab yang kebenarannyamutlak, tetapisebagaipetunjuk,  al-qur’anhanyafungsionalbagi orang-orang yang bertaqwadiantara orang-oranng  yang beriman. Bagi orang yang berimantetapitidakbertaqwa,maka al-qur’antidakberfungsi, apalagibagi orang yang kafirmaupunmunafiq (yang seringmengecohdalamkehidupanbermasyarakat).
    Ayat;1
    الم
    . AlifLaamMiim.
    Isyaratpentingdariayatiniadalah al-qur’anadalahkitabsuci yang berbahasa Arab, umatislamdansiapasaja yang inginmenggalikhazanahilmudanjalanhidup yang lurusharusmengkajibahasa Arab, karena al-qur’ansebagaikitabsuciumatislamadalahberbahasaarab, menggunakankaidahdanfilsafatbahasaarab.
    Ayat; 2
    ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

    Kitab (Al Qur'an) initidakadakeraguanpadanya; petunjukbagimereka yang bertakwa,
    Isyaratdariayatiniadalahumatislamharusyakinbahwa al-qur’andanapasaja yang ada di dalamnyapastibenar, danakanmengarahkan orang yang konsistendalammemeganginyakedalamkebahagiaan yang hakiki.  Al-qur’an yang aslidanazali (di dalamhardisc Allah ataulauhilmahfudh), pastibenarnya. Kalaukitatemukankesalahanituadalahkesalahankita,penulisataupenafsir.
    Ayat;3
    الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ
    (yaitu) mereka yang berimankepada yang ghaib, yang mendirikanshalatdanmenafkahkansebahagianrezki yang Kami anugerahkankepadamereka,
    Isyaratdariayatiniadalahlaranganuntukberfaham materialistic- ateistik, tidakmauataumalassolat, danbakhil. Materialistik-ateistikdalamartiberpandangan profane danmelupakanbahwa “yang ada” bukanhanyasesuatu yang dapatditangkapolehpancaindrakitasaja, tetapijauhlebihbanyaklagisesuatu yang berada di alammetafisika.Orang yang memahamidanmenta’atiisyarat-isyarat  Allah itu yang dapatmenjadikan al-qur’ansebagaipetunjukdalamhidupnya. 
    Ayat; 4

    والَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
    “danmereka yang berimankepadaKitab (Al Qur'an) yang telahditurunkankepadamudanKitab-kitab yang telahditurunkansebelummu, sertamerekayakinakanadanya (kehidupan) akhirat.”
    Ayatinimengisyaratkanbahwa, orang yang bertaqwaadalahjugabisajadidarikalanganpemeluk agama lain yang betul-betulyakinterhadapkehidupanakhirat.Sehinggakitatidakbesikapeklusif.
    Ayat;5
    أُوْلَـئِكَ عَلَى هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
    “Merekaitulah yang tetapmendapatpetunjukdariTuhanmereka,danmerekalah orang-orang yangberuntung”.
    Isyarat dari ayat di atas agar kita senantiasa megharapkan dan berusaha mendapatkan petunjuk Allah serta berjuang untuk menjadi orang yang sukses. Sukses yang sesungguhnya, yaitu sukses dunia dan akhirat, dengan cara mengamalkna isyarat-isyarat dan isi dari ayat ke 2 dan ke 3, di atas.

    Ayat; 6
    إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لاَ يُؤْمِنُونَ
    “Sesungguhnya orang-orang kafir, samasajabagimereka, kamuberiperingatanatautidakkamuberiperingatan, merekatidakakanberiman”
    Isyaratdariayatiniadalahkitatidakbolehsampai stress memikirkan orang yang memangtidakpercayapadakita, yang pentingkitasudahmemberidanmenyampaikanperingatankepadamereka. Juga jangan sampai kita menjadi orang kafir atau bersikap seperti orang kafir yang dungu itu.

    Ayat; 7
    خَتَمَ اللّهُ عَلَى قُلُوبِهمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عظِيمٌ
    “ Allahtelahmengunci-matihatidanpendengaranmereka, danpenglihatanmerekaditutup. Dan bagimerekasiksa yang amatberat”
    Isyaratayatiniadalah agar Kita tidakbolehheranatassikap orang kafirterhadapperingatankita, karenamemanghati, pendengarandanpenglihatanmerekatelahditutuprapatoleh Allah. merekatelahdiskenariooleh Allah sebagaipenerimaadzab yang besar, karenasikapmereka yang dlolim.

    Tafsir Isyari Amali Praktis Surat Al-Baqarah, Ayat 1 - 7 - Fungsi dan Manusia-Manusia Penerimanya

    Posted at  05.44  |  in  ulul albab  |  Read More»



    Tafsir Isyari Amali Praktis
    Surat Al-Baqarah,  Ayat  1 - 7.   Ruku’  I
    Tentang Kitab Suci Al-Qur’an,
    “Fungsi dan Manusia-Manusia Penerimanya”.
    Redaksi Ayat:
    الم ﴿١﴾ ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ ﴿٢﴾ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ ﴿٣﴾ والَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ ﴿٤﴾ أُوْلَـئِكَ عَلَى هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ﴿٥﴾ إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لاَ يُؤْمِنُونَ ﴿٦﴾ خَتَمَ اللّهُ عَلَى قُلُوبِهمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عظِيمٌ ﴿٧﴾
    Sekilas Tentang Surat Al-Baqarah
    (Termasuk Surat Madaniyah, kecuali ayat 281, Turun di Mina Wilayah Makkah Pada  Waktu Hajji Wada’. Terdiri  dari 286 ayat dan 40 ruku’ ).

    Surat al-baqarah adalah surat pertama dalam al-qur’an setelah pembukaan (al-fatihah), termasuk surat yang paling panjang (286  ayatdan 40 ruku’).  Surat ini termasuk surat madaniyah, dalam arti kebanyakan ayat-ayatnya turun setelah Nabi tinggal di Madinah, kecuali ayat 281, turun di Mina ketika waktu hajji wada’.
     Al-Baqarah artinya sapi betina ,gambaran perwakilan binatang jinak (bahimah). Karena al-qur’anadalahkalamullah yang jugadapatdikatakansebagaitajalliyatullah (bayanganAlla), yang samadenganalamsemesta (makrokosmos), danjugasamadenganmanusia (mikrokosmos). Makasuratinisekaligusmerupakancerminandarimanusia yang kebanyakanberjiwakebinatangjinakan (bahimiyah), yang orientasihidupnya materialistic (hartabenda, makanan,minuman,santaidansek). Isyarat yang dapatkitatangkapketikamembacasuratini, kitaharushati-hati,  agarkitatidaktermasukgolongan orang-orang kebanyakan (yang bertabi’at al-baqarah). Sekaligusjanganheranjikamenemukanbanyakmanusiahedunisdan materialistic, karenamemangkebanyakanmanusiasepertiitu.Malasuntukdiajakberibadahdanberjuang.

    C.Isyarat-isyaratPentingdanPenjelasanSingkatnya.
    Isyaratdariruku’ iniadalahadalahbahwa al-qur’anadalahkitabsuci yang berbahasa Arab yang kebenarannyamutlak, tetapisebagaipetunjuk,  al-qur’anhanyafungsionalbagi orang-orang yang bertaqwadiantara orang-oranng  yang beriman. Bagi orang yang berimantetapitidakbertaqwa,maka al-qur’antidakberfungsi, apalagibagi orang yang kafirmaupunmunafiq (yang seringmengecohdalamkehidupanbermasyarakat).
    Ayat;1
    الم
    . AlifLaamMiim.
    Isyaratpentingdariayatiniadalah al-qur’anadalahkitabsuci yang berbahasa Arab, umatislamdansiapasaja yang inginmenggalikhazanahilmudanjalanhidup yang lurusharusmengkajibahasa Arab, karena al-qur’ansebagaikitabsuciumatislamadalahberbahasaarab, menggunakankaidahdanfilsafatbahasaarab.
    Ayat; 2
    ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

    Kitab (Al Qur'an) initidakadakeraguanpadanya; petunjukbagimereka yang bertakwa,
    Isyaratdariayatiniadalahumatislamharusyakinbahwa al-qur’andanapasaja yang ada di dalamnyapastibenar, danakanmengarahkan orang yang konsistendalammemeganginyakedalamkebahagiaan yang hakiki.  Al-qur’an yang aslidanazali (di dalamhardisc Allah ataulauhilmahfudh), pastibenarnya. Kalaukitatemukankesalahanituadalahkesalahankita,penulisataupenafsir.
    Ayat;3
    الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ
    (yaitu) mereka yang berimankepada yang ghaib, yang mendirikanshalatdanmenafkahkansebahagianrezki yang Kami anugerahkankepadamereka,
    Isyaratdariayatiniadalahlaranganuntukberfaham materialistic- ateistik, tidakmauataumalassolat, danbakhil. Materialistik-ateistikdalamartiberpandangan profane danmelupakanbahwa “yang ada” bukanhanyasesuatu yang dapatditangkapolehpancaindrakitasaja, tetapijauhlebihbanyaklagisesuatu yang berada di alammetafisika.Orang yang memahamidanmenta’atiisyarat-isyarat  Allah itu yang dapatmenjadikan al-qur’ansebagaipetunjukdalamhidupnya. 
    Ayat; 4

    والَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
    “danmereka yang berimankepadaKitab (Al Qur'an) yang telahditurunkankepadamudanKitab-kitab yang telahditurunkansebelummu, sertamerekayakinakanadanya (kehidupan) akhirat.”
    Ayatinimengisyaratkanbahwa, orang yang bertaqwaadalahjugabisajadidarikalanganpemeluk agama lain yang betul-betulyakinterhadapkehidupanakhirat.Sehinggakitatidakbesikapeklusif.
    Ayat;5
    أُوْلَـئِكَ عَلَى هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
    “Merekaitulah yang tetapmendapatpetunjukdariTuhanmereka,danmerekalah orang-orang yangberuntung”.
    Isyarat dari ayat di atas agar kita senantiasa megharapkan dan berusaha mendapatkan petunjuk Allah serta berjuang untuk menjadi orang yang sukses. Sukses yang sesungguhnya, yaitu sukses dunia dan akhirat, dengan cara mengamalkna isyarat-isyarat dan isi dari ayat ke 2 dan ke 3, di atas.

    Ayat; 6
    إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لاَ يُؤْمِنُونَ
    “Sesungguhnya orang-orang kafir, samasajabagimereka, kamuberiperingatanatautidakkamuberiperingatan, merekatidakakanberiman”
    Isyaratdariayatiniadalahkitatidakbolehsampai stress memikirkan orang yang memangtidakpercayapadakita, yang pentingkitasudahmemberidanmenyampaikanperingatankepadamereka. Juga jangan sampai kita menjadi orang kafir atau bersikap seperti orang kafir yang dungu itu.

    Ayat; 7
    خَتَمَ اللّهُ عَلَى قُلُوبِهمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عظِيمٌ
    “ Allahtelahmengunci-matihatidanpendengaranmereka, danpenglihatanmerekaditutup. Dan bagimerekasiksa yang amatberat”
    Isyaratayatiniadalah agar Kita tidakbolehheranatassikap orang kafirterhadapperingatankita, karenamemanghati, pendengarandanpenglihatanmerekatelahditutuprapatoleh Allah. merekatelahdiskenariooleh Allah sebagaipenerimaadzab yang besar, karenasikapmereka yang dlolim.

    0 komentar:

    Tentang Kami-Pendaftaran-Contact
    Copyright © 2013 Pondok Pesantren - DARU ULIL ALBAB. Blogger Template by BloggerTheme9
    Proudly Powered by Blogger.
    back to top