Kajian Nilai-nilai Al Quran - Pendidikan Karakter dalam Al Fatihah

Posted at  06.15  |  in  pondok pesantren

Pendidikan Karakter dalam Al Fatihah

Oleh : Dr. KH. Kharisudin Aqib, M. Ag
 
Dengan membaca basmalah bismillahirrohmanirrohim kita akan mulai mengkaji dari surat yang pertama walaupun bukan pertama kali diturunkan, karena surat ini diturunkan pertama secara lengkap oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad saw, tetapi untuk ayatnya yang pertama kali adalah surat al-‘Alaq dan yang kedua surat al-Mudatsir seperti yang telah kita ketahui. Al- Fatehah ini justru adalah yang ke-lima tetapi surat yang pertama kali diturunkan secara lengkap, karena memang al- Fatehah ini satu paket, satu kesatuan, bukan ayat yang terpisah-pisah. Bahkan al-Fatehah ini merupakan satu kesatuan dari pada al-Qur’an itu sendiri, sehingga al-Fatehah ini disebut dengan ummul kitabatau induknya al-Qur’an, ibunya al-Qur’an.
     Di dalam surat al-Fatehah ini tercermin, terpancar dan teruraikan pola kehidupan yang harus kita tiru dengan selengkap-lengkapnya, dan al-Fatehah kalau di balik merupakan rangkuman dari pada seluruh isi al-Qur’an, sehingga ayat atau surat ini adalah surat yang paling lengkap walaupun bentuknya global. Surat ini juga terurai secara keseluruhan di dalam satu kitab suci al-Qur’an, memang kelihatannya sederhana tapi inipun juga dicontoh para pejuang, para perintis bangsa kita BPUPKI yang menyusun Undang-Undang Dasar Republik Indonesia dengan dicontohkannya surat al-Fatehah ini pada undang-undang disebut dengan pembukaan undang-undang dasar 1945, isinya juga terurai di dalam seluruh pasal-pasal yang ada di dalam batang tubuh dan penjelasan serta penutup di dalam undang-undang itu.
     Para ulama’ dan para perintis bangsa Indonesia ini sungguh luar biasa dan itulah Ulul Albab yang sesungguhnya, oleh karenanya itu juga yang mengilhami kami dan anda sekalian kalau mau menyusun atau merancang sesuatu  atau membuat sesuatu harus seperti al-Qur’an dan seperti al-Fatehah.  Artinya harus ada al-Fatehah nya dalam arti pembukaannya, jadi jangan ada apa-apa langsung saja, itu namanya tidak kronologis. Maka kita terilhami bahwa menyusun sesuatu harus secara kronologis dan tertib seperti halnya al-Qur’an yang disusun dan surat al-Fatehah tersusun jadi lengkap mulai dari pembukaannya (muqoddimahnya) dan penutupnya juga al-Qur’an. Selain itu dalam al-Qur’an yang merupakan inti penutupnya namanya adalah surat an-Naas, karena memang ujung-ujungnya adalah manusia, kalau di barat namanya humanismeyaitu filsafat tentang manusia adalah segalanya tapi mereka lupa dan tidak tercapai karena tidak melalui wahyu hanya melalui akal, maka mereka hanya mencapai surat an-naas nya saja. Padahal di dalam surat an-Naas ada transendalisme, ada keterikatan dengan Allah SWT, itulah yang membedakan humanisme yang barangkali kalian akan kenal dengan al-Islam yaitu yang seperti humanisme dimana intinya an-Naas yangtransedental tetapi insan yaitu kemanusiaan yang berdasar pada ketuhanan yang Maha Esa seperti pancasila pada negara kita ini, luar biasa.
     Surat al-Fatehah ini ada 7 (tujuh) ayat mencerminkan dari pada 7 lapis langit dan 7 lapis ciri atau jiwa manusia, sehingga al-Qur’an ini betul-betul mencerminkan an-Naas (manusia) dan karakter-karakter semuanya adalah merupakan gambaran dari pada manusia. Surat al-Fatehah ini sering keliru, al-Fatehah ini biasa disebut dengan assab’ul matsa’i yang artinya tujuh yang diulang-ulang, tujuh yang mirip-mirip. Karena surat al-Fatehah adalah surat yang  diulang-ulang wajib dibaca setiap sholat, laa sholata illa bifatihatil kitab tidak ada sholat yang sah kalau tidak ada surat al-Fatehahnya, hanya teknisnya saja mungkin ketika membaca ada yang berpendapat bahwa cukup yang membaca fatehah  imamnya saja ketika bersuara, ada yang berpendapat harus membaca lagi, dan itu biasa terjadi dalam pemahaman agama kita.
     Tujuh itu mulai dari mana?, apakah mulai dari basmalah atau alhamdulillah, para ulama’ kita yang masyhur yang banyak adalah dengan alhamdulillah tetapi imam madzhab kita yaitu Imam Syafi’i memakainya dengan basmillah  sebagai bagian dari pada s al-Fatehah, tetapi jumlahnya sama yaitu tujuh dan membacanya juga sama. Hanya saja saudara-saudara kita yang selain dari madzhab Syafi’imembacakan surat al-Fatehahnya dengan tidak bersuara keras, dan dibedakan antara bagian dari pada al-Fatehah dengan yang tidak al-Fatehah, sehingga kalau dengar di masyarakat ada yang langsung alhamdulillahirobbil’alaminitu adalah imam-iamam selain madzhab Imam Syafi’i, dan itu sah-sah saja sebagai bagian dari pada al-Qur’an walaupun bukan al-Fatehah.
     Kita pakai itu yaitu tujuh yang diulang-ulang karena pengulangan ini sangat bagus untuk kita, kita ulang-ulang surat al-Fatehah sebanyak-banyaknya, kita wiridkan al-Fatehah, dengan kita wiridkan terus al-Fatehah ini akan menjadi karakter diri kita. Karakter yang luar adalah basmalahdan itu merupakan password. Dan di dalam diri tercermin nampak  sifat rohman, karena kita sebagai wakil Allah SWT yang rohman rohim wujud kita rohmahbukan wujud kita galak, menakutkan tetapi wujud kita adalah yang santun, simpatik, dan empatik, itu adalah perwujudan dari pada sifat rohmah. Usahakanlah kita belajar penampilan kita yang simpatik dan impatik sebagai gambaran dari pada bismillahirrohmanirrohimdalam pembawaan diri kita, di mana saja kita harus rohmah.
     Sab’ul matsani ini juga sangat bagus untuk dipakai, selain mencerminkan dan mempengaruhi pribadi kita menjadi seperti surat al-Fatehah dalam lapisan jiwa sampai yang paling dalam, surat al-Fatehah ini juga sangat bagus untuk energi spiritual, kerohanian, karena surat al-Fatehah ini kata Nabi saw surotul fatehah lima quria lahu(surat fatehah ini untuk dibaca apa saja), boleh. Sehingga kalau kalian kirim energi kirim kekuatan do’a pakailah fatehah kepada semua yang kita sayangi dan yang kita cintai, orang tua kita, baik sudah meninggal maupun yang masih hidup, guru-guru kita baik yang sudah meninggal maupun masih hidup, teman-teman kita, saudara-saudara kita  yang lain, sering-seringlah kita beri energi fatehah.
      Al-Fatehah adalah surat yang paling banyak kita baca, maka telah menjadi bagian dari pada diri kita, energinya paling kuat, seperti pengalaman para sahabat.Surat al-Fatehah ini bisa dipakai untuk merukyah, yaitu terapi baik penyakit fisik maupun penyakit ruhani atau spiritual, sehingga para sahabat mencoba ada orang kesengat kalajengking kemudian bingung diapakan-diapakan,  akhirnya diterapi atau dirukyah dengan surat al-Fatehah sembuh akhirnya dapat hadiah, dan kemudian ditanyakan kepada rosulullah saw “Ya rosulullah...bagaimana ini ya rosulullah, kami ‘nyuwuk’ (berdoa) dengan fatehah dikasih hadiah kambing, boleh tidak  ya rosulullah ini kami terima” rosulullah saw menjawab “ Boleh”.tapi aku dikasih bagian yaa,.  Sehingga kita juga bisa menggunakan al-Fatehah sebagai terapi untuk apa saja. Termasuk Bapak-ibu guru semua menterapi santri-santrinya murid-muridnya atau juga putera-puterinya dengan al-Fatehah, agar tidak terlalu besar tanggung jawab atau tugas pengasuh, maka setiap guru juga harus sering-sering membacakan fatehah untuk terapi penyakit spiritualnya para muridnya, penyakit ruhaniyyahnya yang namanya akhlak yang tidak bagus dan juga kenakalan-kenakalan nya.
     Surat al-Fatehah ini sangat penting untuk selalu kita baca dan kita wiridkan sebagai tadh’iful hasanat, tadl’iful quwwat (memperbanyak kebaikan dan energi) dengan fatehah yang untuk kita lakukan.
Apa akhlak yang bisa kita ambil dari  dari adanya surat al-Fatihah ini? Adalah  kita membiasakan berfikir kronologis dan berfikir yang tertib, setiap sesuatu ada fatehahnya dan di dalam fatehah itu pembukaannya terdiri dari apa lihat di dalam artinya surat fatehah. Tertib kronologis dalam berkata, dalam menyampaikan sesuatu, tertib dan kronologis dalam mengatur sesuatu, karena ketertiban yang terbiasakan itu nanti akan menjadi akhlak dan karakter dan akan menuntun orang  menjadi tertib ruhaninya.
Berfikir tertib itu adalah sesuatu yang sangat penting dan itu sangat berat, biasanya kita banyak yang tidak tertib, bisa baik tapi sak enak e dewe (tetapi seenaknya sendiri), tidak kronologis tidak tertib  tidak bagus itu juga karena fatehahnya belummasuk betul di dalam dirinya, maka kita biasakan membaca fatehah sebanyak–banyaknya untuk tad’iful hasanat watadl’iful quwwat memperbanyak memperlibatkan kebaikan kita karena pahalanya banyak dan juga untuk melipatgandakan energi kita, serta menertibkan cara pikir kita.
Pengalaman saya ketika ada sudara yang mursyid berpesan kepada saya,  yaitu Kiai Ali Hasyim dari Sumatera,  berkata “Kamu baca surat fatehah itu setiap malam 41 kalikarena kelak kamu akan menjadi dewa di sini”. Ini memang untuk tadl’iful hasanat watadl’iful quwwat, karena al-Fatehah adalah kesatuan dari pada al-Qur’an.       
Dalam kajian surat al- fatehah  kita mulai dari hamdalah, yaitu;  alhamdulillahirobbil’alamin,
الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Kalau basmalah merupakan pembuka dari semua surat,  sedangkan intinya atau mulainya surat al-Fatehah itu dengan hamdalah yang artinya adalah segala pujian adalah milik Tuhan Allah yang memelihara seluruh alam. Jadi semua alam; flora-fauna, alam biotik- abiotik, alam jin alam manusia, alamul ghoibi wal syahadah. Ada yang menyebutkan alam itu sampai delapan belas ribu alam, para ulama’ dulu yang ahli tahqiqmenganalisis dan juga membuktikan alam itu ada sampai 18.000 atau 17.000 alam, kita hanya menyebutkan bentuk luarnya saja yaitu ‘alamul ghoibi wa ‘alamul syahadah, alam ghoib alam metafisikadan alam fisika. Di luar kemampuan fisik namanya metafisika, dan alam fisika adalah alam yang bisa dicapai oleh fisik indrawi ini, semuanya dalam satu pengendalian Allah SWT, progamernya sekaligus operator pusatnya adalah Allah swt. sehingga kalau ada apa saja tidak usah rame-rame, temui saja progammernya dan operatornya, karena seluruh alam ini adalah robbun(programer dan operatornya adalah Allah swt,alhamdulillahirobbil’alaminsegala puji bagi Allah Tuhan yang memelihara semesta alam.
     Alhamdulillahirobbil’alamin ini mengilhami kita sekalian untuk berakhlak namanya akhlak mahmudah, kata hamdalah adalah akhlak terpuji. Jadi apa saja kita memiliki akhlak yang terpuji , menjadi hamba Allah kita punya akhlak yang terpuji dengan kita harus selalu menyampaikan pujian pada Allah SWT ‘ala kulli haalin, dalam posisi apa saja kita harus senantiasa mengucapkan alhamdulillahirobbil’alamin, karena semua pemilik pujian hakikatnya adalah Allah SWT, sehingga kita puji Allah swt dan terus memuji-NYA. Ini sifat yang dipuji oleh Allah SWT dan dipuji juga oleh manusia karena kita adalah manusia yang tawadhu’ tadhorru’ kepada Allah SWT selalu depe-depe kepada Allah SWT, semua pujian apa saja yang kita dapatkan kebaikan-kebaikan ini adalah hak-Nya Allah SWT, perbanyaklah kata alhamdulillahirobbil’alaminkarena itu sekaligus do’a. Karena Allah kalau dipuji pasti malu kalau tidak memberikan sesuatu kepada orang yang memujinya sekaligus, sehingga dia (hamdalah)afdholu du’a alhamdulillahkenapa disebut afdholu du’akarenatadi setiap Allah SWT dipuji itu akan terkesima dan malu kalau tidak memberikan kebutuhan kita, sehingga kita harus selalu alhamdulillahirobbil’alaminnanti Allah terus tambah itu, karena kata Allah lain syakartum la aziidannakum walain kafartum inna ‘adzaabi lasyadiid  kalau orang tidak pernah alhamdulillahitu semakin disiksa sama Allah SWT walaupun kelihatannya semakin kaya, tapi dia akan semakin tersiksa batinnya karena akan ada ujian-ujian yang banyak dari Allah SWT,  sehingga kita harus alhamdulillahirobbil’alamin yang banyak.
     Diantara alhamdulillah pujian-pujian pada Allah ketika kita menjadi hamba ini, sebagai kholifahnya maka kita harus memiliki sifat ynag terpuji seperti sifat-sifatnya Allah SWT, kita harus rohman kita harus rohim kita harus quddus kita harus salam, kita harus muhaimin kita harus wahhab semua kita miliki sehingga kita betul-betul terpuji namanya akhlak yang terpuji itu akhlakul mahmudah. Semua akhlaknyaAllah yang diberikan kepada kita, jika kita ingin dibaiki Allah atau dibaiki orang lain, maka kita berbaiklah seperti Allah berbaik kepada kita, baikilah orang lain dengan berbuat baik kepada siapa saja, coba direnungkan Allah telah baik kepada kita. Semuayang kita miliki adalah dengan kebaikan Allah, tanpa kebaikan Allah  kita tidak bisa apa-apa, tidak mengerti apa-apa, kita bukan apa-apa semuanya karenakebaikan Allah SWT pada diri kita. Coba lihat proses diri kita, kita review  kebelakang kejadian kita, sehebat apa kita, atau selemah apa kita kira-kira kalau kita ini tidak dibantu oleh Allah SWT.Orang tua kita diberi kesayangan pada kita, kita tidak bisa seperti binatang-binatang yang bisa mencari makan sendiri, membersihkan diri sendiri, apa-apa tidak bisa pasti “bosok”( busuk) betul, begitu pula tanpa guru-guru kita ruhani kita busuk karena kita akan lebih jelek dari binatang. Coba kalau tidak ada yang mengajari mandi, kita tidak akan mandi kita tidak pernah ‘raup’ (cuci muka) kita ndak pernah sikatan,  bayangkan kalau sekarang kita tidak pernah melakukan semua itu, kita bakalan lebih jelek dari pada monyet dan lebih bau dari pada monyet na’udzubillahimindzalik.
     Kita harus bersyukur kepada Allah SWT,  karena Dia telah mendesign alam sayang kepada kita tetapi kita juga harus bersyukur juga kita harus puji orang-orang yang menjadi wakil Allah yang memelihara kita telah memberikan jasa kepada kita karena mereka mewakili Allah melakukan kebaikan pada kita, kata nabi “Tidak ada syukur bagi orang yang tidak bersyukur kepada manusia man lam yasykurinnas lam yasykurillah tidak dianggap bersyukur orang yang tidak bisa bersyukur kepada manusia”, karena manusia adalah kholifatullah wakilnya Allah yang bisa melaksankan kebaikan kepada kita dari Allah, maka kita harus terpuji, memiliki sifat terpuji dan akhlak terpuji kita juga harus suka memuji karena semua adalah wakil Allah. Jangan pelit-pelit terhadap pujian. Kita harus mengedepankan akhlak mahmudah ini,  dengan senantiasa memuji Allah SWT juga memuji kepada wakil-wakil Allah SWT dan juga kita sendiri memiliki sifat-sifat yang terpuji seperti sifat-sifat yang dimiliki Allah SWT. Amin.

Bagikan Posting ini

Tentang Kami

Pesantren Terpadu yang didirikan oleh Yayasan Pondok Pesantren Daru Ulil Albab. Insya Allah siap mengemban amanat anda. Untuk menjadikan putra-putri anda pemimpin bangsa, / ulama’/ cendikiawan / konglomerat yg bertaqwa kepada Allah, dan berakhlak mulia Facebook

0 komentar:

Tentang Kami-Pendaftaran-Contact
Copyright © 2013 Pondok Pesantren - DARU ULIL ALBAB. Blogger Template by BloggerTheme9
Proudly Powered by Blogger.
back to top