Kajian Nilai-nilai Al Quran - Tentang Bacaan Bismillah

Posted at  09.51  |  in  Pesantren Terpadu daru Ulil Albab

Pendidikan Akhlaq Dalam Basmalah

Oleh : Dr. KH. Kharisudin Aqib, M. Ag 

Lafadz basmalah adalah ungkapan bismillahirrohmanirrohim
إِنَّهُ مِن سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Yang artinya: “sungguhnya ini dari Sulaiman, dan sesungguhnya dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang “.
Ungkapan kalimat Basmalah tersebut merupakan pembuka al-Qur’an dan pembuka setiap surat dalam al-qur’an. Sedangkan ayat yang kita kaji  sebelumnya yaitu ayattentang perintah ta’awudz(mohon perlidungan kepada Allah),bukan bagian dari pada al-qur’an karena perintah ta’awudzitu sebenarnya ada di dalam surah an-Nahl;98
فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Artinya;”jika kamu membaca al-qur’an, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk”.
Sedangkan ayat yang masuk dan merupakan ayat yang pertama dalam mushaf al-qur’an adalah ayat yang berbunyi bismillahirrohmanirrohimبسم الله الرحمن الرحيمdisebut sebagai ungkapan basmalah. ayat ini yang dihitung pertama dalam surat al-Fatehah ada yang menyebut juga ayat ini merupakan bagian dari semua surah karena memang nyatanya ayat ini adalah ayat yang digunakan untuk memulai semua surah yang ada di al-Qur’an sehingga jumlah dari pada ayat basmalah ini adalah 114 karena jumlah surat yang ada di dalam al-Qur’an jumlahnya 114 maka kalimat bismillahirrohmanirrohimdalam al-Qur’an ada 114.
Setiap surat ada basmalahnya, sehingga  kalimat ini membuka semua surat,  kecuali surat al- Baro’ah surat ke-9.yaitu surat at-Taubah. Maka pada surat  itu basmalahnya ditiadakan. Kalimatbismillahirrohmanirrohimyang seharusnya ada diatas surah al-Baro’ah itu dimasukkan di surat an-Naml (35), ayat 30,  itu karena disembunyikan sebagai rahasia Allah SWT, dan disitu ada mukjizat. Karena setiap surat itu ada karakter tersendiri, seperti kepribadian manusia, maka disetiap surat itu ada basmalahnya sebagai pengikat antar surat di dalam al-Qur’an yaitu kata bismillahirrohmanirrohim untuk dijadikan rahmat, menjadi air, pencakar dan  penghubung semua dan antar surat. Untaian surat – surat itu dihubungkan dengan kalimat bismillahirrohmanirrohimjadi semua surat itu ada perekatnya semua, kecuali di surat al-Baro’ah maka di surat itu ada apinya yaitu pernyataan tentang keterbebasan nabi Muhammad saw dari orang-orang kafir. Allah SWT akan menghukum mereka sebagai ungkapan yang berunsur kemarahan atau api sebagaimana alam semesta, karena alam semesta itu terikat dengan air kecuali hanya satu tempat yang itu adalah rahasia yaitu ada apinya, yang lain adalah air, penghubung dari semua kehidupan ini adalah air, di atas penghubung semua pulau-pulau, jazirah-jazirah itu semua dihungkan dengan air, khususnya di bumi ini berada di dalam air, 2/3 bumi ini adalah   air sedangkan daratannya itu numpang di atas air.
Bismillahirrohmanirrohimitu adalah air penyambung diantara surat, kecuali di satu tempat yaitu surat al-Baro’ah. Dan itu merupakan password  untuk masuk dunia rohaniandan dunia ketuhanan di dalam rahmat Allah SWT.Maka kalau kita ingin masuk dan konek dengan Allah swt, harus ada bismillahirrohmanirrohimitu, karena kita hanya bisa memasukinya kecuali dengan menggunakannya,yaknipassword19 digit,  yaitu 19 huruf basmalah itu, dan ini merupakan pembangun dari seluruh wujud alam semesta ini, terwujud dari pada air tadi. Dan  begitu pula al-Qur’an ini, seluruh sistem dan konsep penting dalam al-qur’an ini dibangun dari angka 19 yaitu bismillahirrohmanirrohim, bak, sin, mim, alif, lam, lam, hak, alif, lam, rok, hhak, mim, nun, alif, lam, rok, hhak, yak, mim. Itu jumlahnya 19, ‘Alaiha tis’ata ‘ashar di atas setiap pintu ada 19 malaikatnya yaitu malaikat penjaga huruf-huruf bismillahirrohmanirrohim, maka semua kata, semua kondisi kalau dibuka dengan bismillahirrohmanirrohim pasti akan jablas, tembus dan semua yang tanpa bismillahirrohmanirrohimakan terhalang dan akan terputus dari rahmat Allah SWT sehingga rosulullah saw bersabda;
Kullu’amalin dzi baalin la yubdak bi bismillahirrohmanirrohim fahuwa aqtok au abtar.
“Setiap perbuatan yang bernilai kemudian tidak dimulai dengan bismillahirrohmanirrohim maka dia akan terputus dari rahmat Allah SWT atau terputus dari pertanggungjawaban Allah swt”.
Karena arti dari bismillahirrohmanirrohimadalah atas nama Allah ataudengan nama Allah ,  bagi orang-orang yang ta’abbudan (lebih menghayati sebagai hamba). Atau bagi kita yang menghambakan diri kepada Allah atau dalam ibadah-badah. sebagai hamba maka kita mengungkapkan bismillahirrohmanirrohimitu artinya adalah dengan nama Allah SWT, karena Allah SWT saja, untuk Allah SWT saja,saya melakukan ini semua. Di situ ada ta’alluq keterikatan sikap ruhani kita bahwa dengan Allah SWT itu,  kita harus optimis bahwa Allah SWT itu rohman rohimyang mana artinya adalah pengasih dan penyayang. Pengasih itu suka mengasihi, suka memberikan kepada kita, siapa saja makhluk ini dalam kasihnya Allah SWT, dikasih hidup, nuakal kayak apapun makhluk itu masih diberi hidup oleh Allah SWT, dikasih kesempatan untuk taubat, dikasih kesempatan untuk berkompetisi dalam kehidupan ini oleh Allah SWT, tapi hanya orang-orang yang disayangi  Allah SWT saja, yang mendapat sifat  rohimNya, yang namanya penyayang.Jadi Allah SWT pasti kasih dan sayang kepada setiap orang, dan semua mahluk diberi oleh Allah  sifat Rohman Allah SWT ini, sedangkan  kepada khusus yang betul-betul dikasihi atau memang kekasihnya Allah SWT, memberi dengan sifat Rohim-Nya.
Maka dengan nama arrohman dan arrohim  kita harus yaqin.Sebagai seorang hamba, harus melakukan apa saja itu harus ada pernyataan bismillahirrohmanirrohim,kalau kita tidak menyatakan bismillahirrohmanirrohim Allah SWT tidak bertanggungjawab, makhluk Allah SWT yang namanya syaitan akan ikut dan menyertai kita, dalam setiap perbuatan kita. sehingga kalau jadi anak mau sekolah tidak bismillahirrohmanirrohimsyaitannya ikut na’udzubillahimindzalik, makan tidak pakai bismillahirrohmanirrohim syaitonnya akan ikut sehingga tidak barokah, energinya tidak bisa digunkan  untuk kebaikan, begitu pula kepada pasangan suammi istri kalau mau berhubungan tidak bismillahirrohmanirrohim syaiton akan ikut juga,  sehingga kalau jadi anak, anaknya semi-semi grandong, sulit diatur, pokoknya kalau tidak pakai bismillahirrohmanirrohimmaka wahuwa aqtok au abtar, yang nakal-nakal juga begitu sekarang karena sudah terlanjur jadi manusia, banyak-banyaklah bismillahirrohmanirrohim, membismillahi dirinya sendiri, agar tidak disertai terus oleh syaiton, karena Allah SWT tidak ikut bertanggungjawab.
Niat membismillahi dirinya sendiri, karena Allah SWT sudah menyatakan kata Nabi saw fahuwa aqtok au abtardia akan terputus dari rahmat dan pertanggungjawaban Allah SWT, maka bismillahirrohmanirrohimsebagai seornag hamba, kita ta’abbudan menyembah kepada Allah SWT, melakukan sesuatu dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Manivestasi dari perwujudan ungkapan akhlak dari bismillahirrohmanirrohimbagi kita sebagai wakilnya Allah SWT,kholifatullah di muka bumi ini maka kita harus memaknai kata bismillahirrohmanirrohimdengan Atas Nama Allah SWT.
Kalau kita melakukan apa saja itu harus kita ta’abbudan, beradap, menyatakan bahwa itu atas nama Allah SWT bukan atas nama diri kita sendiri, gambarannya kita bertanda tangan, kita bukan kepala sekolah kenapa menandatangani surat kepala sekolah maka kita harus menyebutnya di situ di dalam tulisan atas nama atau ‘a.n’ kepala sekolah Abdul Rouf misalnya di bawahnya wakil kepala sekolah Rining Nurhayati, sehingga kalau kita melakukan sesuatu tidak dengan penghayatan atas nama Allah SWT itu adalah pelanggaran, itu haknya Allah SWT, berbuat yang baik, mengatur, memimpin, membimbing, mengayomi, itu adalah tugasnya Allah SWT, kita hanya wakil-Nya saja , maka ungkapkanlah bismillahirrohmanirrohim dengan niat ta’alluq mengikatkan diri bahwa kita adalah hamba Allah sekaligus wakilnya Allah SWT, kalau tidak, maka kita telah melakukan pemalsuan, itu adalah haknya Allah SWT maka kita harus melakukan dengan bismillahirrohmanirrohim, apa sajayang baik-baik kita ucapkan dengan bismillahirrohmanirrohimmaka kita meyakini bahwa itu adalah dalam rangka mencari ridho-Nya. Kalau kita sebagai kholifah pemimpin atau sedang melakukan tugas-tugas sosial kita,  maka kita harus mengatakan basmalah itu dengan penghayatan makna Atas Nama Allah SWT.
Kemudian sifat dan karakter juga harus begitu, kita harus ikuti yang kita wakili adalah Allah SWT,  yaitu sang pemilik sifat rohman dan rohim. Inilah yang harus senantiasa kita bawa kemana saja dan dalam  berbuat apa saja adalah dalam rangka sifat menampilkan sifat rohman rohimAllah swt tersebut.
Kalau kita akan menghukum anak yang nakal itu adalah dalam rangka rohman-rohim Allah SWT bukan dalam rangka karena marah, bukan pula karena dendam, tapi karena kita sayang kepada anak kita. Jangan sampai nanti terbawa ke dalam neraka oleh bujukannya syaiton, jadi kita menghukumpun dalam rangka kasih sayang kepada anak-anak kita, kalau membiarkan justru tidak sayang yang sesungguhnya (rahiim),  dan berarti hanya rohman pengasih saja. kalau kita tidak menghukum justru salah, hukumlah yang bersalah sehingga tidak berlarut-larut dalam kesalahannya,  dengan niatan dan motivasi karena kasih sayang Allah SWT, maka kita harus berakhlak rohman-rohim dan senantiasa kita bawa kemana saja, berbuat apa saja dalam rangka rohman rohim nya Allah SWT.
Jadilah kita penyayang khususnya para guru para orang tua tidak boleh bertindak dalam pembinaan ini kecuali atas dasar rohman rohimnya Allah SWT.  sing wis gak gelem diatur, nuakale nemen” itu tetap dalam rangka rohman nya Allah SWT , tidak bisa dinasehati, tidak bisa diperbaiki ya dibiarkan, itupun dibiarkan senang dalam rahmannya kalau kita rohimi kita hukum agar dia kembali, kepada semua orang kita harus memberikan kasih sayang (rahman)  kita dalam arti material, bedanya rohman itu kasih sayang secara material, hidunistik, pokoknya yang dia senangi apa berikan saja kepada semua orang. Tapi sifatrohim adalah memberikan apa yang seharusnya, dan itu hanya kita berikan kepada yang betul-betul kita sayangi, murid-murid kita, anak-anak kita, kita beri sifat rohimnya Allah SWT tapi bagi yang tidak kita sayangi dalam pengertian sesungguhnya berikan saja materi (dengan sifar rohmannya Allah), tapi tidak kita kasih sebagaimana yang seharusnya.
Rosulullah saw mempraktekkan (menejemen rahman-rahim) ini untuk semuanya, untuk sahabatnya, untuk semua orang. Untuk sahabat anshor itu paling disayangi oleh rosulullah saw maka beliau tidak sering diberi materi tidak sering dikasih uang oleh Nabi, sehingga mereka juga pernah protes Ya rosulullah kenapa sedikit-sedikit yang engkau beri adalah orang-orang muhajirin, kami merasa engkau tidak adil” akhirnya rosulullah saw memanggil “Kesini-kesini kalian itu sudah saya beri diri saya, saya untuk kalian, jiwa raga saya untuk kalian, saya rela hijrah dan dimakamkan di tempat kalian” , mereka (orang muhajirin)hanya saya kasih unta, kuda dan barang-barang lain-lain, dan apakah kalian lebih memilih itu dari pada saya?” para sahabat anshor “Tidak ya Rosulullah”. Akhirnya mereka semua menangis karena ternyata mereka sahabat-sahabat anshor mendapatkan diri rosulullah saw, cintanya rosulullah saw sedangkan orang muhajirin hanya diberi materi. Begitu pula rosulullah pernah didemo oleh para istrinya “Kami perwakilan dari para istri merasa rosulullah ini bagaimana, masak itu istrinya raja-raja memakai gelang emas, kalung emas, mobilnya bagus-bagus, istri-istri panjenengan  ini hanya memakai unta dan gelang karet”, rosulullah saw menjawab “Iya, kalian adalah yang saya cintai agar bisa terus bertemu dengan saya sampai ke syurga, iya memang seperti ini saya tidak mencintai materi, kalau kalian ingin seperti istri raja-raja yang lain maka akan saya kasih, karena itu juga milik kalian tapi setelah itu kamu keluar  saja tidak usah ikut saya dan tidak akan bisa bertemu saya di syurga karena kamu senang dan memilih dunia dari pada Allah, dan aku lebih mementingkan akhirat”. Itulah menjemenrohman-rohimnya rosulullah saw.Kalau dituruti maunya orang itu akan jadi dunia dan materi, kembali ketanah, tapi kalau orang itu menuruti rosulullah saw maka dia akan kembali ke syurga tidak ketanah lagi tapi nanti akan ke syurga dalam rohman rohimnya Allah SWT.
Mudah-mudahan kita semua nantinya akan menjadi orang yang bijaksana dan berakhlak seperti akhlaknya rosulullah saw yaitu karakter qur’ani dengan selalu mengucap bismillahirrohmanirrohim dalam berbagai penghayatan dan mampu memenejemeni sifat Rahman-Rahim dalam diri kita, kalian betul-betul akan menjadi orang yang dapat dibanggakan oleh rosulullah saw dan menjadi manusia yang betul-betul berguna bagi nusa, bangsa dan agama. Amin.

Bagikan Posting ini

Tentang Kami

Pesantren Terpadu yang didirikan oleh Yayasan Pondok Pesantren Daru Ulil Albab. Insya Allah siap mengemban amanat anda. Untuk menjadikan putra-putri anda pemimpin bangsa, / ulama’/ cendikiawan / konglomerat yg bertaqwa kepada Allah, dan berakhlak mulia Facebook

0 komentar:

Tentang Kami-Pendaftaran-Contact
Copyright © 2013 Pondok Pesantren - DARU ULIL ALBAB. Blogger Template by BloggerTheme9
Proudly Powered by Blogger.
back to top