Mengenal Mapping Umat Islam Versi Orientalis.

Posted at  10.02  |  in  pesantren terpadu

Mengenal Mapping Umat Islam Versi  Orientalis

Oleh: Kharisuddin Aqib



Pemetaan umat Islam oleh orang-orang barat pengkaji bangsa dan peradaban timur, dalam beberapa segi pendekatan, yakni; psikologi, sosiologi dan historiografi.
1. Psikologi:
Pluralis, Puritanis, dan moderatis.
a. Pluralis adalah orang-orang yang mengakui bahwa kebenaran tidak hanya satu, bahkan bisa semua benar.
Pluralis ada tiga macam: apatis, naturalis, dan transendental.
1. Pluralis apatis adalah orang-orang yang kurang berilmu dan frustasi.
2. Pluralis naturalis adalah kaum ilmuwan dan filosof umum (dahriyun).
3. Pluralis transendental adalah dari kalangan  ilmuwan yang ruhaniawan (Ulul Albab/cendikiawan), ahli fikir, ahli dzikir dan istiqamah dalam amal shaleh.
Kelompok yang ke tiga inilah 'ulama' yang Rosyidun.
b. Puritanis.
Adalah kaum muslimin sangat konsisten pada gerakan pemurnian ajaran Islam, atau kembali pada syariat Islam.
Puritanis ada tiga macam, yakni: Fanatik, obyektif dan sufistik.
1. Puritanis Fanatik.
Mereka adalah kaum puritan taqlid buta kepada firqah atau jama'ah nya. Kebanyakan mereka adalah kaum awam dari firqah (aliran pemikiran aqidah atau teologi) salafi, Wahabi dan Ikhwanul muslimin.
2. Puritanis Rasionalis
Mereka adalah kaum puritan yang lebih rasional akademik. Kebanyakan mereka adalah para akademisi yang "mendapatkan hidayah" kemurnian dalam Islam, khususnya dalam masalah aqidah. Mereka biasanya disebut salafi manhaji.
3. Puritanis Sufistik
Mereka adalah kaum pemurni yang berasal dari kalangan ahli tasawuf. Mereka juga bisa dikatakan sebagai Sufi sunni. Mereka adalah orang-orang yang mendapatkan rahmat  keluasan ajaran Islam, sekaligus terbimbing di dalam syariat Islam yang benar dan diridhoi Allah SWT.
c. Moderatis
Moderatis atau kelompok moderat  adalah mereka yang sikap mentalnya  akomodatif terhadap keyakinan ahli hadis (tektualis) dan keyakinan ahli ro'yu (rasionalis) dalam aliran pemikiran Islam. Tidak ekstrim dalam berislam, khususnya dalam menghadapi peradaban barat. Mereka adalah kaum Sunni, atau firqah ahlussunah wal jama'ah.
2. Pendekatan Sosiologis.
Dalam prespektif mapping orientalis umat Islam secara sosiologis, umat Islam ada tiga kelompok; Kelompok keagamaan, Kelompok politik, Kelompok budaya.
a. Kelompok keagamaan, meliputi; Liberalis, modernis, tradisionalis. fondamentalis.
1. Kaum liberalis adalah kaum yang berfikir liberal (bebas), melepaskan diri dari sekat-sekat faham keagamaan yang telah ada, secara pribadi. Atau orang-orang yang berpandangan pluralis (bahwa kebenaran tidak hanya satu), kebenaran yang satu dan mutlak hanya milik Allah.
Sedangkan kebenaran yang diperoleh oleh manusia, semua nisbi.
2. Kaum modernis.
Adalah kelompok umat Islam sangat akomodatif (sangat menerima) terhadap kemodernan produk budaya barat. Mereka adalah kaum priyayi dari umat Islam berbudaya kota.
3. Tradisionalis
Adalah kelompok umat Islam yang secara sosiologis akomodatif terhadap budaya lokal, sebagai bagian dari warna keagamaannya. Mereka kebanyakan adalah kelompok ahli Sunnah wal jama'ah yang berbasis pesantren atau pedesaan.
4. Fondamentalis
Mereka adalah kaum muslimin yang sangat kuat mempertahankan keyakinan keagamaannya dan bersikap sangat keras terhadap hegemoni tradisi dan budaya luar, baik dari barat maupun dari timur.
b. Kelompok Politik
Umat Islam dalam peta politik barat di buat dalam tiga kategori; westernis, nasionalis, islamis.
1. Westernis
Adalah kelompok umat Islam yang dalam sikap politiknya  sangat barat oriented. Mereka mendukung model pemerintahan barat yang skularistik (memisahkan antara agama dengan politik praktis) mereka kebanyakan adalah umat Islam alumni pendidikan barat.
2. Kategori Nasionalis
Kelompok ini, adalah mereka yang semangat nasionalisme (kebangsaannya), melebihi semangat keislaman dan kebarat-baratan dalam berpolitik. Kaum nasionalis berusaha mengkompromikan antara nilai keislaman, budaya barat dengan potensi dasar dan karakteristik bangsa. Mereka kebanyakan kaum tradisionalis yang terpelajar. Baik pendidikan ala barat, maupun ala pesantren

3. Kategori Islamis.
Mereka yang dicap oleh orientalis sebagai kelompok politik Islamis adalah, orang-orang yang spirit dalam mengatur politiknya kembali kepada  sejarah politik Islam masa lalu (klasik). Perundang-undangan negara harus merujuk pada hukum Islam formal. Bahkan bentuk negara harus negara agama (dengan pemerintahan teokrasi). Baik bersifat nasional (presiden) maupun trans nasional (raja maupun Khalifah).
Kelompok ini adalah adalah para pendukung ideologi Ikhwanul muslimin, Hizbut Tahrir dan Kaum salafi Wahabi.
4. Kategori Militanis
Militanis atau kaum militan Islam, pada dasarnya adalah kelompok Islam sangat fanatik dan responsif dalam melawan barat. Tetapi di dalamnya ada dua kategori; radikal dan tidak radikal. Militanis radikal melawan hegemoni barat secara politik maupun fisik. Sedangkan yang tidak radikal tidak melawan secara fisik.

5. Kategori Radikal
Umat Islam yang dicap sebagai radikalis oleh barat, adalah setiap orang Islam yang terang-terangan melawan hegemoni barat, baik secara fisik, politik dan budaya. Mereka adalah kaum Mujahidin fi Sabilillah di skala politik global. Peperangan Barat -Timur, baik perang dingin maupun perang panas.

6. Kategori Teroris
Teroris adalah kategori yang diberikan oleh barat terhadap umat Islam yang militan lagi radikal, tetapi radikalnya tidak dilakukan secara terbuka, mereka melakukan perang gerilya dengan hegemoni barat.
Secara gradual ketiga kategori muslim ini musuh barat yang sesungguhnya, yakni; Militanis, Radikalis dan Teroris. Mereka inilah kaum muslimin politis formalisme.
Kondisi mereka sangat memprihatinkan, karena kehebatan barat  dalam membuat kesan dan opini buruk terhadap mereka. Sampai-sampai kebanyakan kaum yang lain, juga  turut memusuhi mereka. Karena barat memiliki teknologi informasi yang canggih. Khususnya di era cyberwarrior  sekarang ini.
C. Pendekatan Historis
Dalam pendekatan sejarah, Orang-orang barat memetakan kaum muslimin menjadi dua kategori, yaitu kaum ortodoks dan kaum modernis.
1. Kaum ortodoks
Adalah kaum muslimin yang secara historis memegangi dengan fanatik  peradaban masa lalu (klasik) Islam. Dan menolak hegemoni peradaban barat.
2. Kaum Modernis.
Adalah kelompok umat Islam yang dalam prespektif barat sangat apresiatif (menerima dengan bangga). Mengikuti dan mengkiblat barat, sebagai sumber sejarah peradaban baru, dan penulisan sejarah baru. Termasuk dalam hal ini adalah teknologi dan kebudayaan.
Pemetaan sosio, politik dan kultural umat Islam oleh para orientalis (orang-orang barat pengkaji peradaban timur), adalah karena masyarakat timur, khususnya umat Islam adalah obyek kajian sekaligus konsumen produk peradaban mereka.
Sehingga 'kolonialisme' barat atas bangsa-bangsa timur akan tetap lestari.
Produk barat yang berupa modernitas, baik teknologi maupun peradaban terus digencarkan, sementara umat Islam dibuat sibuk dengan berbagai issu yang bisa membuat umat berperang sesama muslim sendiri. Dengan teknologi informasi dan dunia Maya sebagai medan laganya.Yang dikenal sebagai cyberwar (perang di dunia Maya). Dengan target memecah belah dan menguasai (Devide at Ampera), sebagai mana VOC menguasai Indonesia.
Wallahu a'lam bis showab

Bagikan Posting ini

Tentang Kami

Pesantren Terpadu yang didirikan oleh Yayasan Pondok Pesantren Daru Ulil Albab. Insya Allah siap mengemban amanat anda. Untuk menjadikan putra-putri anda pemimpin bangsa, / ulama’/ cendikiawan / konglomerat yg bertaqwa kepada Allah, dan berakhlak mulia Facebook

0 komentar:

Tentang Kami-Pendaftaran-Contact
Copyright © 2013 Pondok Pesantren - DARU ULIL ALBAB. Blogger Template by BloggerTheme9
Proudly Powered by Blogger.
back to top