Memahami Hakikat Aswaja dan Aswaja Haqiqi

Posted at  11.03  |  in  pondok kelutan

Memahami Hakikat Aswaja dan Aswaja Haqiqi
Oleh: Kharisuddin Aqib

A. Pengantar
Keberadaan 'ideologi' Ahli Sunnah wal jama'ah yang biasa disingkat menjadi Aswaja di dunia Islam, khususnya di Indonesia, sampai saat ini masih sangat hegemonik terhadap pemikiran keagamaan kaum muslimin. Bahkan di kalangan tertentu terkesan sakral dan disakralkan  oleh setiap pengikut aliran yang berbeda.
Sehingga terjadi claimming truth (pengakuan monopoli kebenaran), yang ujung-ujungnya juga berdampak pada terwujudnya 'ashobiyah dan 'aqidah takfiri, yang bersifat merusak ukhuwah islamiah. Oleh karena itu penting bagi kita memahami perbedaan hakikat Aswaja dengan Aswaja yang Haqiqi.

B. Hakekat Aswaja.
Ahlussunah wal jama'ah adalah nama sebuah kumpulan firqah-firqah ahli sunnah (beberapa aliran dalam Islam, yang meyakini bahwa sunnah Rasulullah adalah sumber ajaran Islam) di samping Al Qur'an. Berbeda dengan ahli ra'yi (aliran dalam Islam yang meyakini bahwa akal adalah sumber ajaran Islam di samping Al Qur'an), di antara mereka yang ekstrim disebut munkirus sunnah. Gerakan ahli Sunnah wal jama'ah (Ahli Sunnah grup), dimobilisir pertama kali adalah dalam rangka melawan tirani kaum mu'tazilah di bawah pemerintahan Mu'tashim Billah dan Al Mutawakkil (Keduanya adalah Khalifah Dinasti Abbasiyah). Juga antisipatif terhadap kaum Syi'ah. Sehingga pada hakikatnya, Ahlus sunnah wal jama'ah (Ahli Sunnah Grup's) adalah sebuah partai politik poros tengah zaman klasik.
Kebangkitan Aswaja pada saat itu terjadi prakarsa dan wibawa seorang tokoh teologi pendiri firqah konvergensi mu'tazilah plus,  (ahlurro'yi + ahlus sunnah) yang dikenal Firqah Asy'ariah. Beliau adalah mantan tokoh utama kaum mu'tazilah. Aswaja terdiri dari banyak aliran dalam Islam, bahkan hampir seluruh aliran dalam Islam adalah Ahli Sunnah. Para fuqoha' , para ahli hadits, para ahli tasawuf dan para mutakallimun (teolog), pada umumnya adalah ahli sunnah. Kecuali kaum mu'tazilah dan qadariyah dan Syiah sebagai gerakan politik.

C. Aswaja Haqiqi
Di dalam 9 kitab  hadits yang otoritatif (kutubut tis'ah) tidak kita temukan kalimat ahlussunah wal jama'ah, tetapi yang kita temui hanyalah kata ahlussunah, dan kata ahlul jama'ah saja. Memang Ahlussunah wal jama'ah, artinya adalah Ahlussunah Grup. Sehingga kalau mencari siapa sebenarnya Aswaja yang Haqiqi ya siapa saja yang paling sesuai dengan definisi yang diberikan oleh Rasulullah Saw tentang ahlussunah, yaitu;
"maa Ana  'alaihil yauma wa ash haabii".
(Orang yang seperti aku dan para sahabat ku hari ini). Bagaimana kondisi nabi dan para sahabat pada saat itu ? Gerak hidup dan kehidupannya semata-mata dalam rangka mencari ridlo Allah SWT (tholibul ridlo). Ahlussunah yang Haqiqi adalah firqah an najiah (kelompok yang selamat) dari api neraka. Sedangkan 72 yang lainnya, pasti tidak akan selamat dan akan masuk neraka. Siapa mereka yang termasuk 72 itu;
1. 24 kelompok orang dari Kalangan para pemimpin.
2. 24 kelompok orang dari kalangan kelompok menengah.
3. 24 kelompok orang dari kalangan rakyat jelata.
Baik dari kalangan tokoh pemimpin, kelas menengah maupun rakyat jelata ada yang ujung-ujungnya adalah pencari kekayaan, pencari kenikmatan, pencari kedudukan, dan pencari pujian. Dengan 3 cara pencarian yang sesuai dengan tabiatnya. 1. Ada yang dengan cara kasar atau paksaan, 2. dengan cara licik atau tipuan, dan 3. dengan cara resmi atau kewajaran. Dari kesemua 'pencari dunia' tersebut , modelnya tidak terlepas dari dua macam, yakni; ada yang terang-terangan dan ada yang sembunyi - sembunyi. Sehingga lengkaplah menjadi 72 firqah yang tidak akan selamat dari siksa api neraka. Karena menyalahi tujuan Allah menciptakan kita sebagai manusia. Dan hanya satu dari semua manusia dalam semua kelas sosialnya yang selamat, yakni  ahlussunah (pengikut Sunnah Rasulullah dan para sahabatnya) sebagai pencari ridlo Allah SWT. Itulah Aswaja yang Haqiqi.

D. Penutup.
Kesimpulan dari judul Hakekat Aswaja adalah kumpulan para pengikut aliran aqidah Islam yang meyakini sunnah Rasulullah sebagai sumber hukum dan ajaran Islam, sebagai organisasi gerakan politik keagamaan zaman klasik.
Sedangkan Aswaja yang Haqiqi adalah firqah ahlussunah (kelompok orang yang konsisten mengikuti sunnah Rasulullah dalam seluruh totalitas aqidah dan akhlaknya), yaitu pencari ridlo Allah SWT.  Bukan dalam bentuk-bentuk fisik syari'at, ritual dan sosial politiknya.
Oleh karena itu marilah kita bersama-sama berusaha keras untuk selalu menjadi ahli sunnah  yang Haqiqi, dengan mengikuti Sunnah Rasulullah dan para sahabatnya, yaitu beramal dan beribadah semata -mata mengharapkan ridho Allah SWT.

Wallahu a'lam bis showab.
TTD
Kharisuddin Aqib

Bagikan Posting ini

Tentang Kami

Pesantren Terpadu yang didirikan oleh Yayasan Pondok Pesantren Daru Ulil Albab. Insya Allah siap mengemban amanat anda. Untuk menjadikan putra-putri anda pemimpin bangsa, / ulama’/ cendikiawan / konglomerat yg bertaqwa kepada Allah, dan berakhlak mulia Facebook

0 komentar:

Tentang Kami-Pendaftaran-Contact
Copyright © 2013 Pondok Pesantren - DARU ULIL ALBAB. Blogger Template by BloggerTheme9
Proudly Powered by Blogger.
back to top